Tak Miliki KTP, Siap-siap Kena Razia Disdukcapil – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Tak Miliki KTP, Siap-siap Kena Razia Disdukcapil

ilustrasi (int)

RADAR SELATAN.CO.ID BULUKUMBA — Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bulukumba akan merazia warga yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Langkah ini dilakukan sebagai upaya agar masyarakat tertib administrasi kependudukan.

“Semua warga yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah wajib punya KTP, mulai akhir 2016 akan dilakukan penertiban bagi yang tidak punya KTP, namun kita masih menunggu regulasi atau aturan,” kata Kepala Disdukcapil Bulukumba, Andi Mulyati Nur, Rabu, 19 Juli 2016.

Menurut dia, banyak kerugian yang dirasakan warga jika tidak punya KTP karena saat ini hampir semua urusan butuh kartu identitas.

“Mulai dari nikah, pendidikan, akta kelahiran, buat SIM, membuka rekening bank, hendak membeli tiket pesawat dan lainnya butuh KTP dan lainnya,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau bagi yang belum memiliki KTP segera urus, tidak dikenakan biaya.

“Mari manfaatkan kemudahan ini,” pinta Mulyaty Nur.

Bagi yang sudah punya KTP elektronik mulai sekarang juga tidak perlu memperpanjang lagi walaupun masa berlaku yang tertera sudah habis. “Kecuali KTP hilang, berubah status, pindah alamat,” ujar dia.

Selain itu dalam Undang-undang nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan setiap warga yang berdomisili yang lebih dari satu tahun pada suatu daerah wajib memiliki KTP yang dikeluarkan daerah setempat.

“Artinya mahasiswa pun jika sudah lebih dari satu tahun kuliah di Bulukumba wajib membuat KTP dengan membawa surat pindah dari daerah asal,” kata dia.

Murniaty mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi  semua instansi pelayanan publik terkait edaran Menteri Dalam Negeri soal pemberlakuan KTP elektronik seumur hidup.

Muriyaty mengatakan kalau saat ini masyarakat belum sadar terkait masalah pentingnya akte atupun surat-surat lainnya di Dikdukcapil Bulukumba, sehingga terkadang pelayanan bertumpuk.

“Nanti mendesak baru mau mengurus, seharusnya diurus memang sebelumnya, jadi tidak berdesakan lagi saat melakukan pengurusan,” katanya.

Muh Irwan

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!