Kasus Korupsi TIK, Husair Ditetapkan DPO, Yang Lain Masih Bebas Berkeliaran – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Kasus Korupsi TIK, Husair Ditetapkan DPO, Yang Lain Masih Bebas Berkeliaran

Ilustrasi (Int)

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Husair Suwanto, satu dari empat tersangka kasus Korupsi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh pihak penyidik Tipikor Polres Bulukumba.

Bripka Muh Ali melalui Humas Polres Bulukumba, AKP H A Syarifuddin mengaku penetapan DPO terhadap Husair Suwanto, karena selama ini dirinya diaggap tidak kooperatif dalam setiap pemanggilan pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian, bahkan semenjak kasus tersebut mulai bergulir di meja penyidikan hingga ditetapkan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak pernah menghadiri panggilan.
“Karena dia (Husair Suwanto) tidak menunjukkan itikad yang baik makanya kita masukkan dalam DPO polres Bulukumba,”jelasnya.
Dalam kasus TIK yang menggunakan anggaran APBD tahun 2013, sebesar Rp2,1 juta tersebut, Husair Suwanto sendiri dianggap orang yang paling banyak mengetahui kasus tersebut termasuk keterlibatan tersangka lainnya, Syamsuri Direktur PDAM. Husair ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan bukti dimana Husair berperan sebagai Broker bersama Syamsuri.
”Jadi dari bukti dan keterangan saksi, Husair Suwanto ini juga banyak mengetahui keterlibatan Syamsuri dalam proyek ini, apalagi keduanya ini disebut sebagai Broker atau perantara dan ada aliran dana ke mereka,”tambahnya.
Sedang tiga tersangka lainnya, masing-masing Muh Ajis, H Arifuddin dan Sayamsuri, sedang dilengkapi berkasnya. Pasalnya, dua berkas tersangka masing-masing Muh Ajis dan H Arifuddin, dikembalikan pihak Kejaksaan karena dianggap belum lengkap, sedang berkas syamsuri baru akan dilimpah setelah pemeriksaan saksi kunci.
”Kita tidak tahan, khususnya Ajis dan H Arifuddin karena jangan sampai kita tahan dan masa penahanan selesai sementara berkas masih bolak balik, kami khawatir jika keduanya keluar demi hukum, apalagi kan tersangka ini kooperatif,”katanya.
Sebelumnya, Kasi Pidsus Kejari Bulukumba, Prima Sophia mengaku kalau penahanan terhadap tersangka TIK, masih kewenangan pihak Polres Bulukumba. ”Kalau kita sudah terima berkas dan penyerahan tahap dua, pasti kita tahan untuk kepentingan penyidikan. Jadi saat ini masih wewenang Polres,”katanya
Fajar RFR
To Top