Perhatian!! Ada Pungli di Pantai Bara – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Perhatian!! Ada Pungli di Pantai Bara

PUNGLI. Pria mengaku dari Pemuda Pemerhati Pantai sedang menagih biaya kebersihan kepada pengunjung yang camping di Pantai Bara, Minggu, 31 Juli 2016. Setiap tenda dikenakan biaya kebersihan Rp 30 ribu.

RADAR SELATAN.CO.ID BULUKUMBA — Pengunjung di salah satu tempat wisata di Kabupaten Bulukumba yakni di Pantai Bara, Kecamatan Bontobahari mengeluhkan biaya retribusi yang dianggap terlalu banyak.

Ardi misalnya, pengunjung asal Kabupaten Gowa ini mengaku untuk menikmati panorama pantai ia harus dikenakan biaya beberapa kali.

“Di gerbang utama bayarki, terus ada lagi di dalam parkir bayar lagi, tidak jauh dari lokasi itu bayar lagi parkir yang katanya pemilik lahan dan ada juga pembayaran biaya pasang tenda. Jadi bisa dibilang 4 kali bayarki,” keluhnya, Minggu, 31 Juli 2016.

Ia mengaku, sudah beberapa kali berkunjung di lokasi tersebut, namun untuk pembayaran pemasangan tenda baru kali ini ia dapatkan.

“Kalau bayar parkir dan retribusi di pintu gerbang utama itu wajarji cuman ini yang biaya tenda baru kali saya dapat,” katanya.

Dia berharap pihak terkait mengambil tindakan agar pengunjung tidak lagi mengeluh. “Jangan sampai pungutan liar (pungli) mempengaruhi jumlah pengunjung,” ujarnya.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bulukumba, Djunaedi Abdillah  mengakui jika ada pungutan apapun diluar dari retribusi dari pintu utama dan pembayaran parkir, maka hal tersebut murni pungutan liar

“Kalau di gerbang utama memang ada, dan pembayaran parkir juga ada jadi pembayaran itu hanya 2 kali selebihnya itu tidak ada,” jelasnya.

Dia mengaku, jika ada oknum yang meminta pembayaran, itu diluar dari sepengetahuannya.

“Tapi kami akan telusuri itu jika memang ada, kami akan beri tindakan,” jelasnya.

Djunaedi juga berharap kepada pengunjung agar memarkir kendaraannya di tempat yang telah disediakan.

“Biasa ada juga pengunjung yang parkir di lahan warga dan itu yang seharusnya tidak dilakukan, seharusnya mereka parkir di tempat yang telah kami fasilitasi,” pintanya.

FITRIANI SALWAR

To Top