Nelayan Ikat Perahu di Jembatan di Demo Warga Dwitiro – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Nelayan Ikat Perahu di Jembatan di Demo Warga Dwitiro

PROTES. Warga dibantu mahasiswa saat berunjuk rasa di jembaran Basokeng, Minggu, 7 Agustus 2016. Massa memprotes para nelayan yang sering mengikat perahu di bahu jembatan.

RADAR SELATAN CO.ID BULUKUMBA — Kurang seratusan warga Basokeng, Desa Dwitiro, Kacamatan Bontotiro berunjuk rasa, Minggu, 7 Agustus 2016. Para demonstran meminta nelayan untuk tidak mengikat perahu di bahu jembatan.

Aksi yang dimulai pukul 09.00 wita hingga pukul 11.00 wita itu juga diikuti sejumlah mahasiswa dan tokoh masyarakat desa setempat dan mengatasnamakan Aliansi Penyelamat Aset Negara.

Koordinator Aksi, Ismail mengaku jika pihaknya memprotes tindakan oknum nelayan yang menambatkan perahunya dengan cara mengikat tali perahu di bahu jembatan.

“Jembatan Basokeng berpotensi rusak dan bisa saja roboh jika para nelayan sering mengikat perahunya di di bahu jembatan, makanya kami protes,” tutur Ismail.

Menurutnya, keberadaan jembatan Basokeng merupakan akses utama yang menghubungkan dua kecamatan, sehingga jika jembatan tersebut rusak, jelas mengganggu aktifitas warga.

“Kalau aspirasi kami diabaikan, maka diprediksi akan memicu konflik warga dengan pemilik perahu. Kita hanya berharap ayo kita sama-sama jaga aset negara karena untuk keberlangsungan kita semua,” imbaunya.

Kepala Desa Dwitiro, Carda membenarkan adanya aksi yang dilakukan warganya, aksi tersebut dilakukan karena para pemilik kapal yang umumnya berasal dari Turunganberu, Kacamatan Herlang tak mengindahkan permintaan dan imbauan pihaknya. Diakuinya jika badan jembatan dijadikan para nelayan untuk mengikat perahu, diyakini keberlangsungan jembatan tidak akan lama bertahan.

“Saya sedang berkoordinasi dengan Kapolsek Bontotiro dan Camat, kita mau duduk bersama terkait hal ini,” katanya

Fajar RFR

To Top