Kejaksaan Ragukan Keaslian Jaring Kapal – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Kejaksaan Ragukan Keaslian Jaring Kapal

DEMO KEJAKSAAN. Keluarga Muh. Sabir saat melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaaan Bulukumba, Senin, 8 Agustus 2016. 

RADAR SELATAN.CO.ID BULUKUMBA — Kejaksaan Negeri Bulukumba meragukan keaslian jaring kapal yang diserahkan keluarga tersangka dugaan korupsi pengadaan kapal, Muh. Sabir. 

Kejaksaan beralasan kondisi jaring masih terlihat baru, padahal kapal sudah ada sejak tahun 2013 silam.
      
“Iya, dia (keluarga Muh. Sabir, red) membawa jaring kapal ke sini (kantor kejaksaan, red), tapi saya kurang yakin kalau jaring itu milik kapal itu, kami ragukan keaslian,” ungkap Kepala Kejaksaan Bulukumba, Muh. Ihsan, saat ditemui Jumat, 12 Agustus 2016.

Menurut dia, pihaknya meragukan karena jaring dalam kondisi masih bagus, tidak mengalami perubahan warna, terlihat masih baru. Padahal, pengadaan kapal sudah ada sejak tahun 2013 lalu.

“Tidak masuk akal kalau terlihat baru. Apalagi, digunakan dalam jangka waktu beberapa tahun. Tapi kami tetap akan menelusuri kebenaran jaring itu,” katanya. 

“Coba bandingkan waktu pengadaan kapal dengan kondisi jaring sekarang, masa baru terus, seperti tidak pernah dipakai. Ini kan aneh,” tambahnya. 

Dia memastikan, kalau proses penyidikan kapal tersebut tetap berjalan, tidak akan berhenti, meski ada penyerahan jaring, namun saat ini pihaknya sedang menunggu hasil audit Kerugian dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang tak kunjung ke luar.

Sehingga mendesak pihak BPKPK agar segera menerbitkan hasil audit biar proses segera dilanjutkan, sebab tahapan kasus kapal tinggal menunggu jumlah kerugian saja. 

“Mari sama-sama mendesak BPKP biar mengeluarkan segera audit kerugian. Ini yang menjadi kendala bagi kami, karena sampai sekarang belum ada. Kami akan koordinasi kesana,” janjinya.

Sebelumnya, salah seorang keluarga tersangka, Amiruddin, melakukan aksi demonstran di depan Kantor Kejaksaaan Bulukumba karena tidak menerima pemberitaan di media yang mendesak agar dilakukan penahanan terhadap beliau (Sabir). 

Bahkan, desakan penahanan dianggap merupakan bentuk penghakiman terhadap orang yang tak bersalah, sehingga meminta ada perimbangan biar semua menjadi jelas. Dia menyakini kalau pengadaan kapal nelayan tidak bermasalah, semua lengkap bahkan jaringnya. Kapal yang dikerjakan di Kendari juga tetap beroperasi.

“Kapal ini masih ada. Kami tidak terima penetapan ini. Dimana kerugian negara,” kata Legislator DPRD Bulukumba ini. (*)

Akbar Wahyudi

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!