Silpa Besar, Kopel Nilai Pemda Gagal Merencanakan Program – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Silpa Besar, Kopel Nilai Pemda Gagal Merencanakan Program

ilustrasi (int)

RADAR SELATAN.CO.ID BULUKUMBA — Kopel Bulukumba menilai Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba gagal merencanakan program pembangunan lantaran jumlah sisa perhitungan anggaran (silpa) APBD 2015 masih mencapai Rp109 miliar lebih.

“Kalau bicara silpa, maka pemerintah kabupaten telah gagal dalam merencanakan program. Silpa Rp109 miliar ini banyak peruntukannya, terutama perbaikan infastruktur jalan,” ujar bagian advokasi anggaran Kopel Bulukumba, Bakri Abubakar, akhir pekan kemarin.

Menurut dia, pihaknya memiliki data panjang jalan yang mengalami kerusakan yakni berkisar 500 kilometer secara keseluruhan, namun belum tersentuh perbaikan oleh pemerintah. Padahal, pada disisi lain dia memiliki anggaran silpa cukup besar, pemda seharusnya mengalihkan silpa itu untuk perbaikan.

“Meski tidak semua, paling tidak bisa mengurangi jumlah kerusakan yang ada. Ini seharusnya tidak terjadi. Silpa harus lebih sedikit. Banyak jalan butuh perbaikan,” jelasnya.

Kebijakan daerah meminjam untuk pembangunan RSUD Sultan Daeng Radja ke Pusat Investasi Pemerintah (PIP) senilai Rp83 miliar, kata dia, membuat masyarakat bingung. Sebab, kalau melihat silpa APBD cukup besar nilainya, maka daerah tidak perlu ada peminjaman, karena silpa senilai Rp109 miliar bisa membangun, tinggal dialihkan saja, sehingga keputusan meminjam menjadi pertanyaan besar.

“Lagi-lagi kita heran. Pembangunan RSUD mengunakan dana pinjaman, baru kita punya silpa besar. Ini ada apa?,” katanya.

Dia berharap silpa harus dikawal maksimal dalam penggunaannya. Menurutnya, Silpa rawan dimainkan oleh elit politik sehingga dalam pengalokasikan harus program yang menjadi skala prioritas, bukan program titipan oleh oknum yang berkepentingan.

“Silpa rawan dimainkan. Harus kawal dalam pembahasannya. Jangan sampai hanya dibagi-bagi saja, tidak melihat mana yang prioritas,” ujar dia.

Kasubag Peliputan, Pemberitaan, dan Kerjasama Pers (P2KP), Sekretariat Kabupaten (Setdakab) Bulukumba, Amran Syaukani membantah jika besarnya silpa merupakan salah program yang gagal dilakukan pemda, melainkan buah dari efesiensi anggaran.

“Banyak pengerjaan yang juga belum melakukan pencairan, sehingga terhitung silpa. Semuanya sudah sesuai jalur dan semua sudah diporsikan masing-masing,” ujarnya.

Ketua DPRD Bulukumba, Andi Hamzah Pangki mengaku bahwa jumlah keseluruhan silpa APBD 2015 mencapai Rp109 miliar, didalamnya ada silpa murni dan bukan. Silpa murni yang dimaksud misalnya dana bantuan operasional sekolah (BOS), pendidikan gratis dan dana sisa tender proyek.

Selanjutnya silpa yang belum ada peruntukannya, namun dia berjanji dalam penggunaannya tetap akan melihat skala prioritas, khususnya perbaikan infrastruktur.

“Besok (hari ini,red) diserahkan, selanjutnya kita akan lakukan pembahasan,” tandasnya.

To Top