Pemkab Buleleng Belajar Pengelolaan Sampah di Bantaeng – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bantaeng

Pemkab Buleleng Belajar Pengelolaan Sampah di Bantaeng

ilustrasi (int)

RADAR SELATAN.CO.ID BANTAENG — Pemerintah Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, study banding terkait masalah pengelolaan sampah dan strategi pemerintah dalam meraih penghargaan Adipura. Kunjungan ini diterima Kepala Bapeda Kabupaten Bantaeng, Prof Syamsu Alam, di ruang pola kantor bupati Kabupaten Bantaeng,  Selasa, 23 Agustus 2016, sekira pukul 11.00 wita.

Asisten II Kabupaten Buleleng, Gristika mengatakan, kunjungannya membawa serta rombongan dari Buleleng yakni Ketud Nerde (Kadis Kehutanan Buleleng), Ir. Nyoman Swasantra (Kadis Pertanian Buleleng), Surya Temaja (Kepala Badan Lingkung  Hidup Buleleng) dan Ir. Nyoman Genep (Kadis Kebersihan dan Pertamanan) serta tim media untuk belajar di Bantaeng. Bersama Stakeholder terkait, belajar strategi Bantaeng bagaimana memperoleh Adipura ke enam kalinya. Belajar pengelolaan sampah di TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu). Kemudian rencana pembangunan Bantaeng mengingat Buleleng dan daerah bertajuk Butta Toa itu tidak jauh berbeda.

“Dua hal penting kunjungan kami, belajar ke sini karena melihat ada persamaan, kami memiliki pantai dan juga dataran tinggi. Kami ingin belajar strategi memperoleh Adipura mengingat Buleleng sebelumnya dapar Adipura pada 2008 dan tahun 2016,” ungkapnya.

Lanjut Gristika, hal menarik lainnya yang akan dipelajari di Bantaeng terkait layakan BSB (Brigade Siaga Bencana) yang stanby 24 jam. Serta upaya memperoleh kendaraan seperti ambulance dan mobil pemadam dari Jepang yang sudah digunakan bertahun-tahun.

Kepala Bapeda Bantaeng, Prof. Syamsu Alam mengatakan, meskipun ada kesamaan Bantaeng merupakan daerah rawan bencana. Sebelumnya, daerah ini menjadi langganan banjir dua kali setahun dan rawan kekeringan. Namun hal pertama yang dibenahi pimpinan daerah bersama SKPD terkait adalah pengendalian Banjir itu dengan membuat waduk air, melali program tersebut kekeringan pun teratasi. Bantaeng juga melakukan pengembangan benih, pengembangan pupuk organik dan menggenjot pembangunan infrastruktur mulai dari jalan tani, jalan desa hingga jalan kabupaten.

“Dulu Bantaeng gersang, upaya lain yang dilakukan itu melaalui program jumat bersih sabtu menanam dan hingga kini Bantaeng menjadi kota hijau dan percontohan di Pantai Seruni. Pemerintah kemudian menata taman, pengelolaan hutan kota, menata bantaran sungai dan pantai,” jelasnya.

Terkait layanan, pihaknya komitmen untuk terus bersinergi dengan siapa saja dan membangun peran untuk mencapai tujuan bersama. Selain itu pihaknya memiliki layanan 24 jam untuk masyarakat Bantaeng, seperti untuk drainase atau lampu jalan bermasalah melalu Bapedalda Peduli, dapat menghubungi layanan 115. Sedangkan emergensi service melalui program BSB dapat menghubungi 113, misalnya kebakaran.

“Untuk BSB ini, ini sudah sepaket dengan pertolongan medis. Jadi misalnya kebakaran, mobil pemadamnya di depan ambulansnya id belakang” katanya.
————

To Top