Bupati Jeneponto dan Wakilnya Mulai Memanas – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Jentago

Bupati Jeneponto dan Wakilnya Mulai Memanas

Wakil Bupati Jeneponto, Mulyadi Mustamu

RADAR SELATAN.CO.ID JENEPONTO –Wakil Bupati Jeneponto Mulyadi Mustamu nampaknya sangat marah dengan adanya pengrusakan dan penurunan baliho yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kemarahan orang nomor dua di Butta Turatea tersebut memuncak setelah baliho berukuran 3 x 5 meter yang berada dijalan lingkar tepatnya perempatan jalan menuju kantor perhubungan Jeneponto, diturunkan secara paksa oleh Satpol PP Pemkab Jeneponto.

Kejadiannya sekitar pukul 16.30 Wita pada Hari Selasa (23/8). Setidaknya ada sepuluh petugas Satpol PP yang menggunakan mobil dalmas berada di lokasi tersebut yang secara paksa menurunkan baliho Wabup Jeneponto. Namun beruntung ada ajudan Wabup bernama Ismail Nakku yang langsung menuju ke lokasi dan meminta baliho tersebut dibangun seperti semula.

Terkait hal tersebut Wabup Jeneponto Mulyadi Mustamu akhirnya menemui Bupati Jeneponto Iksan Iskandar yang sedang berada di depan ruang pola Panrangnuanta Kantor Bupati atau tepatnya di bawah tangga.

Wartawan yang berada di tempat tersebut, melihat Wabup Jeneponto Mulyadi Mustamu datang dan menemui Bupati Jeneponto Iksan Iskandar yang sedang berbincang dengan seseorang.

“Saya marah ini pak Bupati, masa baliho saya diturunkan begitu saja. Ini kan belum pilkada. Saya akan lapor ke pihak berwajib”, ujar Mulyadi dengan nada tinggi.

Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, pada saat itu langsung menjawab kemarahan wabupnya. “Iya, memang saya yang perintahkan Ka Satpol PP untuk menurunkan baliho. Tapi baliho yang rusak karena merusak pemandangan”, elak Iksan.

Namun Wabup Mulyadi justru balik bertanya. “Iya betul pak Bupati, tapi baliho yang diturunkan ini adalah baliho yang masih utuh. Ini kan tidak benar. Masa baliho ucapan selamat kemerdekaan saja dianggap kampanye”, ujar Mulyadi dihadapan Bupati Jeneponto.

Tak selang beberapa detik kemudian, Wabup Mulyadi Mustamu langsung meninggalkan tempat dan pamitan saat sudah mau beranjak ke mobilnya. Wabup langsung beranjak ke Kantor Dinas Tata Ruang dan Kebersihan. “Saya disana hanya menanyakan aturan tentang pemasangan baliho. Tapi nyatanya tidak ada. aturan Kecuali dalam tahapan pilkada memang ada aturan KPU tentang aturan pemasangan baliho”,  tandas Mulyadi Mustamu, kepada Radar Selatan di Cafe Te’ta Belo kollong.

Dedi

To Top