Pembangunan Pasar Tanete dan Rehab Kantor KP3E Dilapor Ke Kejaksaan – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Pembangunan Pasar Tanete dan Rehab Kantor KP3E Dilapor Ke Kejaksaan

ilustrasi (int)

RADAR SELATAN.CO.ID BULUKUMBA — Komite Konsolidasi Rakyat Bulukumba (KKRB) melaporkan dugaan penyalahgunaan anggaran dalam pembangunan pasar Tanete dan Rehab Kantor Dinas Koperasi Perdagangan Pertambangan, Peridustrian dan Enegeri (KP3E), di Kejaksaan Negeri Bulukumba.

Ari M Dirgantara menjelaskan, pihaknya sengaja melapor ke pihak Kejaksaan, karena ada dugaan pihaknya terjadi penyelewengan anggaran dalam dua proyek berbeda tersebut. Untuk pembagunan pasar Tanate sendiri yang menggunakan anggaran APBN 2015, sebesar Rp9 miliar diduga melenceng dari Bestek dan petunjuk teknis. Sementara untuk rehab kantor Dinas KP3E yang menggunakan anggaran Rp70 juta juga dinilai sarat akan permainan, Pasalnya, tak ada rekanan dan tanpa papan proyek.
“Dan rehab kantor Dinas KP3E itu belum PHO. Itu salah satu item, makanya ini perlu ditelusuri bersama, khsuusnya peran aktif dari Kejaksaan,”ujarnya.

Ari menambahkan, untuk rehab kantor KP3e sediri, ada sejumlah pengerjaan lainnya yang dinilai tak sesuai dengan standar, diantaranya pemasangan kusen bekas. Olehnya untuk membantu pihak Kejaksaan, iapun bersiap menghadirkan sejumlah saksi terkait rehab kantor tersebut, termasuk akan menyerahkan sejumlah dokumen penting dan data-data terkait dua proyek tersebut.

“Kemarin saya sudah datang ke Kasi Intel Kejaksaan untuk melaporkan persoalan ini, kami sudah koordinasi, dan kalau mereka butuh data, kita akan berikan sejauh aa yang bisa kita bantu,”katanya.
Terpisah, Kasi Intel Kejaksaan, Sarawanto, yang ditemui di kantornya, mengaku telah menerima laporan dari salah satu lembaga tersebut. Hanya saja pihaknya masih membutuhkan banyak informasi dan pendalaman sekaitan dengan laporan lembaga tersebut. Namun yang pasti, setiap laporan dan informasi yang masuk, menjadi keharusan untuk ditindaklanjuti apalagi didalamnya terdapat unsur melawan hukum.

“Iya memang ada yang datang melaporkan itu, tapi belum diserahkan sepenuhnya sejumlah dekomen penting yang menguatkan adanya indikasi seperti yang dilapork lembaga bersangkutan, yang jelas informasinya akan kita telusuri,”katanya

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!