Duh, Dewan Sebut RPJMD Diciplak – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Duh, Dewan Sebut RPJMD Diciplak

RAPAT. Tim penyusun draf RPJMD bersama anggota DPRD Bulukumba, Jumat 26 Agustus di ruang paripurna. DPRD menduga RPJMD hanya di copy paste dari pemerintahan sebelumnya.

REPORTER: AKBAR WAHYUDI
EDITOR: HASWANDI ASHARI

RADAR SELATAN.CO.ID BULUKUMBA — DPRD Bulukumba menyebutkan Draf Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahunan hanya copy paste atau diciplak. Pasalnya, beberapa program terlihat tak jauh berbeda dengan pemerintahan sebelumnya.

Program yang hampir sama seperti tidak dimasukkannya program lima tahun kedepan bupati dan wakil bupati. Tidak ada perubahan pokok wajib pajak guna penambahan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tim penyusun tidak bekerja maksimal.

“Ini cuma visi-misi saja yang dicantumkan. Tapi, tak mengurai program apa saja yang akan dilaksanakan. Seharusnya, dilampirkan supaya kita tahu,” kata Ketua Komisi C DPRD Bulukumba, Andi Pangeran saat rapat pansus ranpeda pembahasan RPJMD di Gedung DPRD Bulukumba, Jumat, 26 Agustus 2016.

Menurutnya, dalam RPJMD tidak terlihat program monumental yang dilakukan untuk peningkatan Bulukumba dan masyarakat. Sehingga hal ini tentu menjadi tanda tanya besar kepada penyusun RPJMD. Padahal, banyak program yang seharusnya diajukan, tidak hanya hal-hal yang tidak berpihak pada rakyat. Salah satunya pada bab III dalam RPJMD, hanya membiayai puitang dari dana Pusat Invetasi Pemerintah (PIP).

“Apakah hanya ini mau dibiayai?. Kan banyak hal lebih bisa ditingkatkan. Misalnya, penambahan obyek pajak,” katanya.

Andi Pangeran menambahkan, ada beberapa obyek pajak yang bisa ditambahkan peningkatan PAD, mengingat Bulukumba sebuah daerah yang memiliki potensi. Namun, tidak dikelola baik oleh pemerintah, diantaranya, sungai Balantieng yang sekarang habis dikeruk oleh daerah lain.
Daerah seharusnya membuat perusahaan daerah (perusda) guna mengelola seluruh asset yang dianggap berpotensi.

“Ini harus dipikirkan bagi peningkatan PAD kita. Bayangkan, parkir Bira yang dulu tidak dikelola, sekarang malah mendapat Rp4 juta dalam satu minggu. Berarti sebelumnya tumpah-tumpah,” jelasnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bulukumba, Andi Syafrul Patunru membantah kalau RPJMD merupakan copy paste dari pemerintahan sebelumnya.
Menurutnya, pembahasan RPJMD masih tahap penyusunan untuk mendengarkan masukan dari anggota dewan, belum bersifat final.

“Tidak mungkin sama. Tidak ada copy paste. Lagian RPJMD ini kan masih pembahasan, masih perlu ada perubahan atau penambahan. Tapi, saya kira tidak perlu dibesar-besarkan itu,” ujar mantan Kepala BKDD Bulukumba ini.

Kepala Bidang (Kabid) Anggaran Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Bulukumba, Muh Rifai menjelaskan bahwa kalau memang terjadi kesamaan program dalam RPJMD masa pemerintahan sebelumnya dengan sekarang, maka merupakan program lanjutan.

Hanya, kata dia, jika menginginkan ada peningkatan PAD, maka harus ada penambahan indikator, sebab tidak mungkin PAD bertambah, kemudian indikcator sumber pendapatan tetap sama.

“Kalau memang mau dinaikkan PAD, apa indikatornya. Kan harus ada indikator supaya bisa tercapai,” tandasnya. (awa/wan/B)

To Top