Jelang Hari Raya Kurban, Hewan Mulai Diperiksa – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Jelang Hari Raya Kurban, Hewan Mulai Diperiksa

ilustrasi (int)

REPORTER: RAKHMAT FAJAR
EDITOR: HASWANDI ASHARI

RADAR SELATAN.CO.ID BULUKUMBA — Menjelang Idul Adha, Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Diskeswan) mulai intens melakukan pemeriksaan kesehatan hewan.

Langkah itu dilakukan guna mencegah masuknya hewan kurban dari luar daerah yang terjangkit virus antraks jelang hari idul kurban.

Kepala UTPD Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Taccorong Bulukumba, Ir Andi Mirwan menjelaskan bahwa pihaknya dibantu tim dari kecamatan memeriksa dan pengobatan bagi hewan yang terindikasi penyakit.

“Kami juga mewaspadai adanya hewan seperti sapi yang kena virus antraks di daerah lain masuk di Bulukumba. Jelang lebaran nanti, kami betul-betul perketat hewan masuk ke Bulukumba, begitu ada sapi masuk di Bulukumba, langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.

Untuk mengenali tanda-tanda sapi terjangkit antraks, lanjut dia, ditemukan adanya keluar darah kental pada lubang kumuh, seperti mata, hidung, telinga dan menyerang pori-pori tubuh sapi. Saat ini populasi ternak sapi di Bulukumba berdasarkan Sensus Pertanian, populasinya berjumlah 58.000 ekor, dibanding tahun lalu sekitar 56.000 ekor.

Peningkatan populasi ternak sapi di Bulukumba itu tidak lepas dari program pemerintah kabupaten yang melarang warga dalam hal ini para peternak hewan untuk memotong sapi betina.

Menurut dia, jika sapi betinanya disembelih, maka tentu akan mengurangi pepulasinya.

“Kalau masalah pesediaan hewan kurban untuk hari raya Idul Adha tidak ada masalah. Stok hewan kurban, jenis sapi kita di Bulukumba cukup. Kami setiap hari keliling untuk memantau hewan kurban di setiap kecamatan, termasuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mirwan mengatakan, terkait jumlah persediaan hewan kurban di Bulukumba, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bulukumba sudah menyiapkan 1.500 ekor sapi, dibanding tahun lalu stok hewan kurban berjumlah 1.100 ekor. Tahun ini persediaan hewan kurban untuk Bulukumba ada peningkatan.

“Untuk harga sapi yang dijual tergantung dari kondisi umur dan kondisi badannya, yakni mulai Rp 8juta hingga Rp13 juta perekor. Kami tidak pernah beli hewan kurban di daerah lain, malah yang beli di Bulukumba banyak berasal dari daerah lain. Ternak sapi di Bulukumba lebih terjamin kualitas dan kesehatannya,” jelas dia.

Sebelumnya, salah seorang peternak sapi, Ari mengaku setiap tahun menjual sapi untuk persiapan Idul Adha. Bahkan, warga Desa Bonto Sunggu, Kecamatan Gantarang ini pernah menjual sapi miliknya kepada pedagang sapi di kecamatan lain dengan harga mahal, dibanding hari-hari biasanya. (*)
—————————————-

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!