Wow, Preman Disebut Jadi Penghambat Retribusi – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Wow, Preman Disebut Jadi Penghambat Retribusi

ilustrasi (int)

RADAR SELATAN.CO.ID BULUKUMBA — Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Bulukumba menuding jika keberadaan preman di Pasar Cekkeng menjadi kendala Pencapaian target tahun-tahun sebelumnya.

Demikian alasan Kepala DPKAD Bulukumba, A. Mappiwali saat rapat bersama anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bulukumba, Jumat, 2 September 2016.

Andi Mappiwali mengungkapkan jika, setiap tahunnya pajak di di Pasar Cekkeng terganggu terbukti sedikitnya besaran pajak yang hanya disetorkan pengelola ke pemda. 

“Bayangkan dulu, Rp 750 ribu sebulan dari pajak Cekkeng, setelah kami berbuat tegas melalui kerjasama dengan TNI kepolisian, kita bisa mendapatkan Rp 1 juta perhari, banyak dia dapat ini preman dibadingkan pemkab,” ujarnya.

Untuk itu lewat kerjasama antara antara pemerintah kabupaten dan TNI dipastikan preman yang katanya di SK-an pada zaman Bupati Patabai itu, tidak lagi bisa mengambil hak masyarakat tanpa pemasukan ke daerah.

“Iya, Baha’ dan komplotannya, saya jamin tidak akan lagi berani pungut pajak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C, Hj. Ilmiaty Asip mengharapkan penetapan pajak kepada masyarakat berdasarkan kemampuan dengan melihat potensi masing-masing agar masyarakat tidak terkesan memaksa ataupun memberatkan mereka.

“Saya mau dalam menentukan Objek Pajak DPKD harus melihat potensinya, jangan sampai memberatkan,” pintanya. 

To Top