Duh, Terduga Narkoba Merasa Dizalimi, Ada yang Dipaksa Mengaku – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Duh, Terduga Narkoba Merasa Dizalimi, Ada yang Dipaksa Mengaku

ilustrasi (int)
REPORTER: RAKHMAT FAJAR
EDITOR: RISKANDI NUR
 RADAR SELATAN.CO.ID BULUKUMBA  — Terduga penyalahgunaan narkoba, Aksar warga Kacematan Ujungloe, mengaku dizalimi pihak kepolisian Polres Bululumba.
Aksar kepada Radar Selatan mengaku, tidak mengetahui alasan persis pihak kepolisan sehingga dirinya dijobloskan ke penjara. Dugaan penyalahgunaan narkoba yang dialamatkan kepadanya dinilai dipaksakan karena tidak ada bukti yang menguatkan.
Itu terbukti saat dilakukan pengeledahan di rumahnya dan di saku pakaiannya tidak ditemukan barang bukti. Yang aneh lanjut dia, karena saat pengerebekan dilakukan di tempat bilyard oleh polisi dirinya tak sedang di lokasi.
“Aneh rasanya, tiba-tiba polisi datang mengrebek di rumah saya waktu sedang main domino, lagian rumah saya saat itu di grebek juga tidak ditemukan barang bukti, ” jelasnya.
Dia menambahkan, kalau dirinya sengaja dijebak dan dipaksakan dalam kasus tersebut. Itu terbukti salah seorang saksi bernama Iwan dipaksa bicara dan menyebut namanya. Pasalnya, menurut pengakuan Iwan kepadanya kalau dirinya dipukuli untuk mengaku.
“Jadi itu Iwan saya tidak kenal, baru ada informasi kalau barang tersebut diambil sama saya, logikanya dimana, Iwan sendiri yang cerita kesaya,” katanya.
Sementara soal barang bukti yang dimaksud pada dasarnya tidak ada di lokasi bilyard, anehnya saat dilakukan pengerebekan ditemukan satu sachet. “Saya curiga kalau cepunya polisi sendiri menaruh itu barang, karena ini seakan dipaksakan sekali, saya merada dizalimi ini,” katanya.
Sementara itu, Iwan tersangka lainnya menjelaskan kalau dirinya dipaksa mengaku oleh salah seroang polisi untuk menyebut nama Aksar. “Iya saya dipaksa menyebut namanya kalau tidak, saya dipukuli, saya tidak kenal sama Aksar, disinipi kukenal. Daripada bengkak mukaku di pukuli, jadi barang itu saya ambil ditempat bilyard bukan sama Aksar,” jelasnya.
Terpisah, Humas Polres Bulukumba, AKP Syarifuddin menjelaskan, sudah menjadi hak seorang tersangka tidak mengakui dan beralibi. Yang pasti polisi tidak ada berani menahan tanpa ada dasar hukum, sehingga kebenaran nantinya tergantung di persidangan.
Apalagi memang Aksar sendiri memang masuk dalam Target Operasi (TO), sehingga meski tak ada barang bukti saat dilakukan pengerebekan bukan berarti dia tidak terlibat.
“Bisa saja dari keterangan saksi, atau hasil urine, jadi kita lihat nanti pembuktiannya, yang jelas itu hak dia menyangkal,” jelasnya.
To Top