Pengembangan Bira Terancam Dihentikan – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Pengembangan Bira Terancam Dihentikan

AKBAR WAHYUDI/RADAR SELATAN SAMBUTAN. Direktur Bidang Perencanaan Bidang Destinasi, Kementerian Pariwisata, Erwan Ekoncahyo, saat sambutan diacara kegiatan Foccused Group Discussion (FGD) terkait penyusunan rencanan pengembangan (Deplopmen Plan) Destinasi wisata tanjung Bira, Selasa 6 September.

RADAR SELATAN.CO.ID BULUKUMBA — Wisata andalan Kabupaten Bulukumba, bira terancam akan dihentikan pengembangannya oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Pasalnya, lahan kawasan wisata bira hanya seluas 19 hektare. Sedangkan salah satu syarat masuk dalam Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN), kawasan wisata harus memiliki luas lahan 100 hektare.
Direktur Bidang Perencanaan Bidang Destinasi, Kemenpar RI, Erwan Ekoncahyo mengungkapkan, bira masuk dalam 88 destinasi wisata yang akan dikembangkan oleh Kemenpar RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 50 Tahun 2011. Bira sendiri,  masuk dalam kategori pengembangan, karena memiliki peran yang strategis dalam menciptakan ekonomi sosial budaya dan keamanan, punya peran pengembangan serta sudah dikenal hingga ke mancanegara.
Hanya saja, menurut Erwan belum adanya kejelasan lahan untuk pengembangannya dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Bulukumba menjadi kendala dan akan memperhambat kinerja tim penyusun master plan.
“Tim kita rencananya akan berada di Bulukumba, selama 4 bulan mendatang, namun haru jelas lahannya, kalau hanya 19 hektare, mubasir anggaran untuk buat master plannya, minimal 100 hektare, ini harus ada kejelasan kembali, karena bira masuk dalam kawasan hutan tahura,” ujarnya saat ditemui setelah kegiatan Foccused Group Discussion (FGD) terkait penyusunan rencanan pengembangan (Deplopmen Plan) Destinasi Wisata Tanjung Bira, Selasa 6 September.
Untuk pengembangan mendatang, kejelasan lahan harus jelas, sebab dalam destinasi bira kementerian akan mengandeng pihak swasta untuk mengembangakan wisatanya yang tentu lahannya harus memiliki kejelasan.
“Ini masih perlu diperjelas kembali, karena kebetulan bira dalam status hutan lindung, ini harus diperjelas, bagaimana dikembangkan pariwisata apalagi pengembananya-kan 2 investasi yang akan masuk yaitu Pemkab(infrastruktur), amanitas (Swasta), persoalannya bagaiman peluang bisnis ini masuk, kalau tidak jelas,” ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar) Bulukumba, Djunaedi Abdillah yang dikonfirmasi mengungkapkan, memiliki lahan untuk pengembangannya, termasuk lahan tahura yang saat ini diajukan menjadi lahan untuk pengembangannya. “Tahurakan milik Pemkab, saya rasa tidak menjadi soal kalau akan dikembangkan untuk peningkatan wisata kita,” ujarnya.
Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto mengaku, akan mendukung penuh pengembangan wisata Bulukumba. Meskipun bira tidak masuk dalam KPPN, pihaknya akan tetap meningkatkan wisata bira dari lokal menjadi Internasional.
“Bira harus bergerak, apakah kita hanya Bira  yang berbasis lokal atau kelas dunia, ini harus menjadi dukungan seluruh stakeholder, masyarakat dan semua stakeholder yang harus memiliki mimpi kolektif,” ujarnya
To Top