Tersangka Korupsi ADD Somba Palioi Segera Ditetapkan – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Tersangka Korupsi ADD Somba Palioi Segera Ditetapkan

RADAR SELATAN.CO.ID BULUKUMBA — Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bulukumba, akan segeramenetapkan tersangka kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Bantuan Dana Desa (BDD) Desa Somba Palioi, Kacematan Kindang.
Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Hendrik, kepada Radar Selatan mengaku, jika pihaknya masih terus menyelidiki kasus dugaan korupsi ADD dan BDD Desa Somba Palioi.
Dari hasil pemeriksaan saksi dan pengumpukan alat bukti yang ada, dalam waktu dekat ini akan segera dilakukan gelar kasus di Polda Sulsel.
Tujuanya untuk mengetahui apakah kasus tersebut sudah bersyarat untuk ditetapkanya tersangka atau belum. Hanya saja dia mengaku darii bukti yang ada, pihaknya telah mengantongi nama calon tersangka.
“Kita sementara tunggu panggilan Polda dulu untuk gelar kasus, disitu akan kita lihat petunjuk dari pimpinan, yang pasti tidak akan lama lagi kita akan tetapkan tersangka,” jelasnya.
Menurutnya, dari bukti dimiliki sudah dipastikan ada satu nama calon tersangka, namun begitu peluang adanya satu nama tersangka lainnya masih terbuka luas. Indikasi terjadinya kerugian negara dan unsur melawan hukum inilai pihaknya telah ada,
Pasalnya, dari seluruh dana ADD dan BDD yang dikelola Desa Somba Palioi, sejak tahun 2013 hingga 2015 hanya Kisaran 10 persen penggunan anggarannya, selebihnya tidak bisa dipertanggunjawabkan.
“Yah ada dua kemungkinan besar yang akan jadi tersangka dalam kasus ini, tapi untuk sementara ada satu dulu calon tersangka. Belum bisa kita sebut namanya dulu, nanti sudah P21 baru kita umumkan, khawatirnya juga jangan sampai kita umumkan duluan sebelum penetapan resmi, si bersangkutan kabur duluan, kan repot kitanya,” jelasnya.
Sementara itu, penyidik Tipikor, Bripka Muh Ali, melalui Humas Polres Bulukumba, AKP H Syarifuddin, dalam kasus dugaan korupsi ADD dan BDD sendiri, diduga adanya kerugian negara sebesar Rp258 juta, berdasarkan hasil investigasi dan pemeriksaan Inspektorat.
“Jadi yang kita selidiki itu, mulai penggunaan anggaran tahun 2013,2014 dan 2015. Yah kita target bisa selesai tahun ini,” jelasnya.
To Top