Wah Hebat, Kambuno Percontohan Laboratorium Pertanian di Indonesia Timur – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Wah Hebat, Kambuno Percontohan Laboratorium Pertanian di Indonesia Timur

PERCONTOHAN. Sekretaris Desa Kambuno, Abdul Waris memperlihatkan peralatan di laboratorium pertanian di desanya, kemarin. Laboratorium ini dibangun atas kerja sama dengan lembaga bantuan internasional untuk membantu masyarakat di sektor pertanian.

REPORTER: FITRIANI SALWAR
EDITOR: SUPARMAN

BULUKUMPA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Desa Kambuno, Kecamatan Bulukumpa, menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Bulukumba, bahkan Sulawesi Selatan. Desa yang terletak 35 kilometer dari kota Bulukumba ini menjadi percontohan laboratorium pertanian di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Kepala Desa Kambuno, Syahrullah menjelaskan, laboratorium pertanian di desanya merupakan kerja sama dengan beberapa pengusaha dari Eropa.. “Jadi lembaga tersebut telah meninjau desa kami dan menggap layak untuk dibangun laboratorium pertanian. Selaku kepala desa saya merespons positif karena ini bisa memberikan dampak positif bagi desa kami,” jelasnya, Selasa 6 September.

Setelah peresmian dan pengoperasian laboratorium pertanian tersebut, lanjut Syahrullah, pihaknya juga akan menjalin kerja sama dengan Jepang dalam pengadaan benih pertanian. “Jadi ada nanti bibit yang kami datangkan dari jepang itu nanti yang akan kita kembangkan di lab pertanian ini,” urainya.

Dan rencanannya lab ini akan dibuka secara umum bagi semua masyarakat yang ingin belajar di sektor pertanian. “Ini kami buka secara gratis, siapa saja boleh ke sini baik warga Kambuno maupun dari luar daerah. Silahkan datang ke sini,” terangnya.

Menurut Syahrullah, meski belum diresmikan namun laboratorium tersebut sudah mulai difungsikan, misalnya dalam pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk kompos. Bahkan sekarang ini warga juga dilatih untuk mengolah kotoran ternak menjadi biogas.

“Kami sudah kelolah dan sudah ada 20 warga yang kami pekerjakan di lab (laboratorium) ini. Sudah berlangsung selama tiga bulan terakhir, pupuk kompos yang kami hasilkan dibagikan secara cuma-cuma kepada warga,” ujarnya.

“Mudah-mudahan ke depan, laboratorium ini bisa berjalan maksimal. Selain membantu dalam pengembangan pertanian juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat di desa kami,” tutup Syahrullah

To Top