Leni Herlina Selamat Riyanto, Temukan Kampung Halaman di Bulukumba – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Leni Herlina Selamat Riyanto, Temukan Kampung Halaman di Bulukumba

Leni Harlina Selamat Riyanto

MENYEBUT kampung halaman, ibarat mengeja sebuah kata yang di dalamnya  berisi  kedamaian, kebahagiaan, dan rasa nyaman.  Setiap orang pastinya menyimpan kenangan  akan sebuah tempat yang disebut kampung halaman.

Tanyalah pada Leni Herlina Selamat Riyanto. Dimana kampung halaman yang ia rindukan itu. Jawabannya  pasti; Bulukumba!

Ya, bagi seorang Leni Herlina yang lahir dan besar di Jakarta, kampung halaman ibarat mimpi. “Saya tidak punya kampung halaman seperti kebanyakan orang. Lahir dan besar di ibukota negara ini, saya terbiasa dengan kehidupan yang serba modern,” ujarnya kepada RADAR SELATAN.

Saat dewasa dan menikah dengan seorang perwira polisi, ia harus mengikuti kemana sang suami bertugas. Sejauh apapun kaki melangkah,   Leni masih menyisakan ruang hampa di hatinya. Sebuah kerinduan akan kampung halaman.

“Allah maha baik ya, Dia menjawab doa-doa saya.  Saat pertama kali menginjakkan kaki di Bulukumba, saya merasakan sesuatu yang berbeda. Apalagi pas lihat masjidnya. Ya Allah sampai menetes air mata ini. Inilah yang disebut kampung halaman,” urai istri dari AKBP Selamat Riyanto, Kapolres Bulukumba.

Sebelum di Bulukumba, Leni mendampingi suaminya di Halmahera Utara. Di sana muslim adalah minoritas. “Dimana-mana pasti ada gereja, kami minoritas tapi alhamdulillah bisa diterima dengan baik di sana,” ujar Leni.

Sebagai Ketua Bhayangkari Bulukumba, Leni melakukan banyak hal. Pribadi yang santun dan peka pada persoalan sosial menjadi keseharian ibu dari Tarisa Amalia Rabbani (14), Khansa Asma Itsar (10) dan Muhammad Rafi Attaya (7).

Tidak banyak gembar-gembor, Leni bahkan kerap keluar masuk kampung hanya untuk mendatangi kaum papa. Berbagi rezeki dan kasih sayang. Ia menjadi ibu bagi anak-anak tidak mampu dan kaum dhuafa.

Tidak hanya di Bulukumba, bersama sang suami,  Leni bahkan meluangkan waktu untuk mengunjungi  Panti Tuna Netra di Makassar. Bagi Leni, saling berbagi sudah menjadi prinsip hidupnya.

“Saya pun baru belajar mba. Saya mengagumi tokoh-tokoh seperti Yusuf Mansyur, Ustad Arifin Ilham dll. Mereka banyak memberi inspirasi terutama dalam hal sedekah,” terang Leni yang mengaku hidupnya di masa muda dikenal badung  dan banyak berbuat kesalahan.

“Sejak menikah, suami saya mendidik dengan sangat keras. Saya yang anak Jakarta  akhirnya bisa sampai di titik ini. Supir bapak bahkan kadang bercanda dengan menyebut saya preman insyaf,” katanya sambil tertawa.

Leni berjanji dimanapun berada, ia akan mengenang Bulukumba sebaik-baik kenangan. “Misi saya sekarang membawa nama baik Bulukumba. Doakan ya mba , tanggal 21 nanti saya akan mendampingi salah satu ustad muda di Bulukumba untuk syuting di Antv,” tandas perempuan kelahiran 2 Agustus 1975 ini. (una)

 

To Top