Hebat, Perempuan Asal Ujungloe ini Wakili Indonesia di Ajang AFCSR Myanmar – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Hebat, Perempuan Asal Ujungloe ini Wakili Indonesia di Ajang AFCSR Myanmar

Fina Irmawati Syam

PEREMPUAN Bulukumba kembali membuktikan kemampuannya berbicara di forum internasional. Adalah Fina Irmawati Syam, perempuan asal Ujungloe yang kini tengah berada di Myanmar mewakili Indonesia di ajang Asian Forum on Corporate Sosial Responcibility (AFCSR) yang ke-15.

Ada 350 delegasi dari 25 negara yang hadir di forum ini.  Di Forum yang juga dihadiri oleh tokoh Myanmar Aung San Syu Kyi, Fina berkesempatan mempresentasikan aplikasi JukuTech (program Sahabat Pulau) yang sudah dijalankan di Bulukumba.

“Alhamdulillah baru selesai presentasi kak. Semua delegasi  sangat mengapresiasi, ada perempuan Bulukumba yang memperkenalkan teknologi untuk nelayan dan petani rumput laut,” terang Fina via whatsapp, kemarin.

Sebelum bertolak ke Myanmar, RADAR SELATAN bertemu Fina di salah satu kafe di Mall Panakkukang Makassar. Fina bercerita tentang aktivitasnya sebagai relawan Sahabat Pulau.

Alumni SMA Ujungloe ini mengaku bergabung dengan Sahabat Pulau sejak 2012. Sahabat Pulau tidak hanya ada di Pulau Liukang, tapi juga ada di Desa Batang dan Kalumeme.

“Kebetulan Sahabat Pulau bekerjasama dengan Intel Indonesia. Termasuk untuk program digital literasi training dan  Boothcamp intel. Salah satu yang dilakukan adalah mengajak warga khususnya di pulau-pulau untuk melek teknologi,” urai Fina.

Dari sinilah kemudian lahir teknologi  JukuTech yang kini dipresentasikan Fina di Myanmar.  “Ini semacam alat microkomputer yang bisa disimpan di rumpon-rumpon nelayan,” jelas perempuan yang lahir di Bulukumba, 16 Januari 1989.

 

Sebelumnya teknologi ini diperkenalkan pada saat  even Kominfo yang mengangkat tema”Solusi broadband desa terpadu”.  Nah, Jukutech Sahabat Pulau jadi pemenang lomba itu. Pamerannya dilaksanakan di Lemhanas dan dinilai langsung oleh Menteri Kominfo.

Usai pameran itulah, tim Sahabat Pulau dipanggil lagi oleh Intel untuk mempresentasikan teknologi tersebut. “Menariknya karena ada aplikasi android. Nelayan bisa mengecek bagaimana kondisi rumpon dan input hasil panen mereka,” terang Fina yang menyebut teknologi microcontroller yang berbasis notifikasi  sms.

Selain itu, Tim Jukutech juga melatih istri-istri nelayan untuk memproduksi abon ikan, krupuk ikan dll. Tidak hanya pemberdayaan perempuan di wilayah pesisir, anak-anak nelayan pun diajak untuk membaca dan mendirikan rumah baca.

Fina mengaku bangga bisa menghadiri Asian Forum on Corporate Social Responcibility selama dua hari, 20-21 September di Myanmar.  “Tahun lalu founder Sahabat Pulau, Kak Hendrik yang hadir di forum itu. Tahun ini karena temanya tentang inovasi perempuan, saya yang diutus oleh Sahabat Pulau,” ujar Fina yang mengaku tidak hanya mempresentasikan JukuTech tapi juga memperkenalkan Bulukumba di forum internasional.

“Salah satu native speaker adalah Aung San Syu Kyi. Saya sangat antusias ingin bertemu beliau dan mendengar langsung  perjuangan aktivis perempuan Myanmar itu,” tandas Fina. (una)

 

To Top