Menanti Janji Profesional Kapolres Baru – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Menanti Janji Profesional Kapolres Baru

DIJEMPUT. Kapolres Bulukumba, AKBP Kurniawan Affandy saat dijemput pada acara lepas sambut Kapolres baru, berlangsung di Mapolres Bulukumba, Rabu, 21 September.
REPORTER: RAKHMAT FAJAR
EDITOR: RISKANDI NUR
* Diminta Tuntaskan Oknum Polisi Narkoba
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Kapolres Bulukumba, AKBP Kurniawan Affandy (Kapolres Baru) berjanji bertugas secara profesional selama memimpin di Bumi Panrita Lopi ini.
Janjinya yakni, perbaikan diinternal Polres Bulukumba, penuntasan kasus korupsi dan lebih khusus penuntasan serta perang terhadap narkoba. Terkait dua oknum polisi narkoba, masing-masing Bripka MF alias Dn, dan Bripka Jn, iapun berjanji akan terus mengusut dan memproses keduanya.
“Kalau di Polres bisa diselesaikan, ngak usah nungguin Polda, apalagi kalau keterlibatan keduanya sudah terbukti, yang pasti itu akan menjadi prioritas saya. Kita tidak mau ada anggota yang coba main-main dengan narkoba, kedepannya saya akan buatkan fakta integritas,” pungkasnya, Rabu, 21 September.
Dalam acara lepas sambut Kapolres baru, AKBP Selamat Riyanto berharap, AKBP Kurniawan Affandy, mampu memerangi narkoba.
AKBP Selamat dalam sambutanya saat lepas sambut, mengatakan, ada beberapa hal yang paling tidak disenangi di institusi kepolisian, salah satunya adalah adanya pembayaran jika hendak menduduki jabatan strategis di institusi kepolisian, hal tersebut dinilai berpotensi memperburuk kinerja anggota.
Pasalnya, mereka yang berprestasi tidak menjadi tolak ukur untuk bisa mendapatkan jabatan yang bagus. Bahkan dengan adanya biaya, akan membuat anggota melakukan hal-hal yang tidak diiginkan, itu jika anggota tersebut tidak memiliki dedikasi yang tinggi dan berintegritas.
“Olehnya, saya berpesan kepada anggota, cintai institusi ini, cintai seragam anda, jangan perjual belikan. Berbanggalah anda sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, dan buat banggalah saya ditempat baru saja bertugas, sebagai mantan Kapolres. Makanya juga itu, sebenarnya saya lebih suka masuk sistem pendidikan tidak ada bayar-bayaran,” ujarnya.
AKBP Selamat menambahkan, selain itu ia juga berpesan kepada Kapolres yang baru (AKBP Kurniawan Affandy), untuk melanjutkan program yang telah dicapai dan melaksanakan program yang belum tuntas. Hal yang paling krusial, lanjut dia adalah persoalan narkoba yang tidak hanya merasuki masyarakat namun juga oknum di intitusi kepolisian.
“Saya berpesan khusus sama pak Kapolres yang baru, tuntaskan itu dua oknum polisi narkoba yang terlibat bersama dengan kasus Ramli Bennu. Kendalanya memang masih ada di Polda, tapi saya percaya sama Kapolres yang baru bisa menuntaskan itu, fokus yang dua oknum ini, saya minta untuk tetap di proses hukum,” tegasnya.
Tiga Kasus Korupsi
DALAM kepemimpinan Kapolres Buru, AKBP Kurniawan Affandy, ada tiga kasus dugaan korupsi yang harus diselesaikan.
ketiga kasus korupsi tersebut diantaranya, kasus pengadaan Alat Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispora) di 85 sekolah dasar (SD) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) se Bulukumba pada  dengan tahun anggaran 2013 sebesar Rp 2,14 miliar.
.
Dalam kasus ini polisi telah menetapkan empat orang tersangka masing-masing, PPK, Muh Ajis, Rekanan, H Arifuddin, Direktur PDAM, Syamsuri dan  Husair Suwanto masing-masing sebagi broker, kasus ini sendiri negara mengalami kerugian sebesar Rp752 juta.
Selain memproses kasus korupsi TIK, polisi juga saat ini masih terus mendalami kasus korupsi BSPS atau bedah rumah di  Kementerian Perumahan Daerah Tertinggal (PDT), dengan anggaran sebesar Rp 27 miliar khusus untuk Kacematan Kajang. Khusus untuk Desa Tanah Toa sendiri, merupakan desa yang paling banyak mendapatkan bantuan yaitu Rp2,4 miliar dengan 301 jumlah penerima manfaat.
Dalam kasus ini sendiri penyidik Polisi telah menetapkan dua orang tersangka masing-masing, Asdar dan Sultan yang juga merupakan mantan Kades Tanah Toa, dengan nilai kerugian negara sebesar Rp 651 juta.
Polisi yang tidak hanya fokus pada penyidikan kasus korupsi dengan anggaran APBN dan APBD, juga saat ini telah membidik tersangka dalam kasus korupsi ADD dan BDD desa Somba Palioi, Kecematan Kindang, meski belum ada penetaoan tersangka namun kasus ini diduga telah merugikan negara berdasarkan perhitungan inspektorat sebesar  Rp258 juta tahun anggaran tahun 2013,2014 dan 2015. (A)
Ini Janji AKBP Kurniawan Affandy
* Perbaikan diinternal Polres Bulukumba
* Penuntasan kasus korupsi
* Penuntasan serta perang terhadap narkoba
*  Mengusut tuntas dua oknum polisi narkoba, Bripka MF alias Dn, dan Bripka Jn.
To Top