Penegakan Hukum Polsek Herlang disorot Warga – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Penegakan Hukum Polsek Herlang disorot Warga

DESAK POLSEK. Rahmatia mendesak Polsek Herlang menuntaskan laporannya yang belum mendapat respon. Hal tersebut disampaikan saat bertandang ke Harian RADAR SELATAN, Selasa, 20 September 2016.

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Warga Dusun Palantikang, Desa Karassing, Kecamatan Herlang, Rahmatia Bin Jaru mendesak Polsek Herlang agar laporan pengrusakan pagar dan penebangan pohon aren miliknya ditanggapi serius.

“Kami mau agar laporan kami diproses, karena sampai sekarang pelaku penebangan pohon aren dan pengrusakan pagar yang dilakukan oleh Muh. Arifin, 5 September lalu belum juga diperiksa,” kata Rahmatia saat bertandang bersama suaminya Arif ke Harian RADAR SELATAN, Selasa, 20 September 2016.

Dia mengaku, pengrusakan tersebut ditengarai oleh adu mulut sehingga muncul ketersinggungan. Bahkan berawal dari adu mulut tersebut Jumat malam 2 Septeber lalu suami Rahmatia sempat ditahan di Polsek Herlang 5 hingga 7 September dengan kasus pelemparan rumah.

“Suami saya sempat ditahan dua malam di Polsek Herlang karena tidak adanya bukti kuat sehingga kembali dilepas. Hanya saja saya melapor balik karena Muh. Arifin menebang pohon dan merusak pagar namun hingga sekarang belum diperiksa,” kata dia.

Suami Rahmatia yakni Arif juga mengatakan bahwa kasus pelemparan rumah sama sekali tidak pernah dilakukan dan hanya tuduhan semata-mata, apalagi kata dia tidak ada yang bisa membuktikan.

“Makanya setelah saya ditahan dua hari saya dilepas, lalu istri saya (Rahmatia red) melaporkan Muh. Arifin dengan kasus penebangan dan pengrusakan 5 September lalu. Itupun pihak polsek tidak ada surat penahanannya,” kata dia dalam bahasa konjo.

Polsek Herlang, AKP, Bakri mengaku, dalam dua pihak terjadi saling lapor melapor. Awalnya pihak Muh. Arifin yang laporkan Arif atas pengancaman lalu kemudian Rahmatia (istri Arif red) juga balik melaporkan Muh. Arif dengan pengrusakan tanaman.

“Sempatji kita mau damaikan tapi si Arif malah pulang duluan ketika menyerahkan diri ke polsek selama dua hari dan tidak mau menunggu hingga ketiga harinya. Pertemuan kedua belah pihak rencananya dihadiri pemerintah setempat,” jelasnya.

Menyangkut aksi saling lapor melapor, pihaknya tetap akan melakukan proses hingga ke kejaksaan sambil menghadirkan saksi-saksi.

“Intinya, kami tidak punya niat untuk mengabaikan laporan warga tersebut,” tutur AKP. Bakri via seluler, Rabu, 21 September 2016.  

“Kalau tidak mau menempuh jalur damai, maka kami tetap akan selesaikan kasusnya hingga tuntas. Tidak adaji yang tidak direspon,” jelasnya.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!