Catat, Periode Pertama Tax Amnesty Berakhir – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Catat, Periode Pertama Tax Amnesty Berakhir

BULUKUMBA,RADAR SELATAN.CO.ID — Periode pertama program tax amnesti hari ini 30 September berakhir. Periode pertama ini mulai berlaku sejak Juni hingga akhir September.

Perioede untuk tax amnesty ada 3 yakni periode pertama Juni hingga September, Periode kedua Oktober hingga Desember dan periode ketiga 1 Januari 2017 hingga Maret 2017.

Diluar daripada itu,Meski antrian tidak seramai di kota- kota besar seperti di Jakarta, tetapi partisipasi para Wajib Pajak (WP) di Kabupaten Bulukumba untuk mengikuti program amnesti pajak tetap terasa. Seperti pantauan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bulukumba, beberapa pengusaha menyampaikan Surat Pernyataan Harta (SPH) untuk mengikuti amnesti pajak.

Salah satunya adalah pemilik King Motor Bulukumba, Oscar Siady, saat ditemui Oscar mengatakan pengurusan Amnesti pajak ini tidak sesulit yang dibayangkan.

” gampang sekaliji ternyata tidak seperti yang dibayangkan oleh sebagaian orang bahwa ikut amnesti pajak itu ribet” katanya, Jumat 30 September.

Untuk ikut tax amnesty para WP cukup mengungkapkan harta- harta yang belum dilaporkan di SPT. Setelah itu, para WP membayar uang tebusan kemudian menyampaikan SPH ke KPP.

Hanya saja menurut Oscar sebagian besar masyarakat masih acuh dengan program ini padahal manfaat dari amnesti pajak ini cukup besar.

” besar sekali manfaatnya jadi saya himbau yang belum mendaftar silahkan mendaftar amnesty pajak apalagi inikan adaji tiga periode”.

Sementara itu Sofyan Kepala KPP Pratama mengatakan meskipun periode pertama telah berakhir, agar para WP memanfaatkan amnesti pajak periode kedua dan ketiga.

“Masih ada enam bulan lagi untuk amnesti Pajak, silakan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya”, tambahnya.

Pada dasarnya Amnesti Pajak ini adalah hak setiap Wajib Pajak (WP). “Bagi Wajib Pajak yang ikut amnesti pajak tentu akan mendapatkan fasilitas pengampunan pajak”, lanjut Sofian.

Terkait keuntungan bagi Wajib Pajak yang mengikuti amnesti pajak, sebenarnya telah diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak, yakni sebagaimana tercantum dalam Pasal 11 Ayat (5). Wajib Pajak yang ikut amnesti pajak memperoleh fasilitas Pengampunan Pajak berupa penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenakan sanksi administrasi maupun sanksi pidana pajak, penghapusan sanksi administrasi pajak berupa bunga atau denda, tidak dilakukan pemeriksaan, pemeriksaan bukti permulaan dan penyidikan tindak pidana perpajakan untuk kewajiban perpajakan sampai dengan tahun 2015.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!