Ada Pengikut Kanjeng Dimas di Bulukumba? – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Ada Pengikut Kanjeng Dimas di Bulukumba?

REPORTER: RAKHMAT FAJAR
EDITOR: RISKANDI NUR

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Polres Bulukumba, tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus penggandaan uang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Pasalnya, disebut-sebut ada warga Bulukumba yang menjadi pengikutnya.
Dari informasi yang dihimpun Radar Selatan, kasus penggandaan uang Kanjeng Dimas, tak hanya melibatkan pelaku yang berasal dari pulau Jawa, bahkan pengikutnya juga disebut-sebut ada di Bulukumba. Jumlah anggotanya pun diduga lebih dari satu orang. Tak hanya persebaran pengikutnya yang ada di Bulukumba, bahkan uang hasil penggandaan diduga keras telah terdistribusi disejumlah daerah, bahkan jumlahnya mencapai lebih dari Rp200 miliar lebih. Itupun diperkuat dari hasil pengakuan salah satu keluarga pengikut Kanjeng Dimas, yang juga konglomerak di Kota Makassar, Najmiah Muin.
Untuk di Bulukumba sendiri, persebaran pengikut Kanjeng Dimas, berada di sejumlah wilayah hanya memang kebenarannya masih ditelisik pihak berwajib.
Kapolres Bulukumba, AKBP Kurniawan Affandy, yang dimintai keterangan terkait informasi tersebut tidak menapikkan hal tersebut. Dia mengaku pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan dugaan adanya keterlibatan pengikut Kanjeng Dimas diwilayah hukum Polres Bulukumba.
“Iya informasinya memang ada akan tetapi saya masih dalami terkait siapa saja, dimana dan apa aktivitasnya,” katanya.
Bahkan, tak hanya satu saja lokasi pengikut Kanjeng Dimas, namun ada beberapa wilayah. Bahkan, terduga pelaku yang lebih dulu telah tercium pihak kepolisan telah kabur. “Ada di beberapa lokasi dan termasuk ada beberapa juga yang kabur. Kalau penyelidikannya sudah selesai kita akan infokan itu,”katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Batu Karopa, H Ambo Sakka, mengaku belum mengetahui adanya informasi jika ada warganya yang terlibat pengikut Kanjeng Dimas. Meski demikian, iapun mengimbau agar warga khususnya yang ada di desanya tidak menggunakan cara-cara yang tidak halal dan melanggar hukum untuk mendapatkan uang.
“Saya baru tahu juga ini adanya informasi, pemerintah desa tidak tahu soal itu, kita baru mau cari tahu soal kebenaran informasi ini,” jelasnya

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!