Kepsek Dimutasi, Siswa SMAN 18 Mogok Belajar – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Kepsek Dimutasi, Siswa SMAN 18 Mogok Belajar

AKBAR WAHYUDI/RADAR SELATAN MOGOK. Ratusan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 18 Bulukumba, melakukan mogok belajar, mereka meminta agar kepala Sekolah mereka Abdul Rauf dikembalikan, menjadi Kepsek. Karena jasanya mereka menilai Rauf telah berjasa meningkatkan pendidikan di Kajang.

BULUKUMBA,RADAR SELATAN.CO.ID — Puluhan Siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 18 Bulukumba, melakukan aksi Mogok belajar dengan menggelar spanduk dan tanda tangan kekecewaan yang dibentang di pintu masuk sekolah, mereka meminta Pemerintah Kabupaten membatalkan mutasi Kepala Sekolah, Abdul Rauf yang telah dimutasi menjadi guru bantu di SMAN 10 Bulukumba.

Ketua Osis SMAN 18 Bulukumba, Ahmad mengaku, tidak terima akan mutasi yang dilakukan Pemkab, yang menurutnya tidak adil kepada Rauf sebagai Kepsek. Siswa menilai Abdul Rauf telah berjasa pada pendidikan di Kajang yang dirintis sejak 3 tahun lalu dan menjadi salah satu sekolah unggulan di Bulukumba.

Begitupun dengan Arfan Akbar, salah satu siswa SMA 18 ini mengaku akan terus melakuka Aksi mogok hingga Rauf dikembalikan menjadi kepala Sekolah.

” Aksi kita akan terus lakukan, kami tidak terima pak Rauf, kepala sekolah yang berjasa pada sekolah tiba-tiba di Mutasi, ada apa?,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bulukumba, A. Akbar Amir yang dikonfirmasi, tidak membenarkan adanya mogok belajar di SMAN 18, yang apalagi mutasi menurut Akbar merupakan hal yang biasa untuk penyegaran semata.

” Tidak boleh itu, saya akan kirim pengawas kesana,” ujarnya.

Sekertaris Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKDD), A. Ade Ariayadi membenarkan mutasi yang dilakukan oleh pemkab pada jumat 30 September kemarin yang 19 SMA, yang sebagian besar merupakan pengisian jabatan kepada Kepsek yang telah pensiun dan telah 2 periode menjabat sebagai kepala sekolah.

” Ini penyengaran semata terhadap organisasi, apalagi jabatan kepala sekolah merupakan tugas tambahan kepada guru dalam memimpin sekolah,” ujarnya.

Abdul Rauf diganti oleh Haeruddin yang sebelumnya Guru SMAN 3 Bulukumba, hanya saja di hari pertama sekolah Haeruddin belum melaksanakan tugasnya sebagai kepala sekolah.(awa/ / )

To Top