Begini Tanggapan Tokoh Agama Soal Kasus Kanjeng Dimas – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Begini Tanggapan Tokoh Agama Soal Kasus Kanjeng Dimas

Ketua MUI, KH Tjamiruddin

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Fonemana kasus Kanjeng Dimas yang katanya mampu menggandakan uang ikut menyedot perhatian Tokoh Agama di Kabupaten Bulukumba.

Ikhwan Bahar misalnya, Dai’ Kambtibmas Polres Bulukumba, ini mengigatkan agar masyarakat tidak mempercayai tanpa didasari pengetahuan dan keyakinan yang berlandas Al-Quran dan Hadits.

“Jika Kanjeng Dimas yang cuma bisa menggandakan uang lalu diikuti dan dipercayai. Lalu bagaimana andai yang datang Dajjal, dalam hadist Nabi SAW disebutkan bahwa Dajjal itu mampu menghidupkan orang yang mati, mampu menurunkan hujan dan mengeringkan suatu daerah. Apakah yang ini harus diikuti juga?,” jelas Ikhwan Bahar yang juga Dosen Agama STIKES Panrita Husada Bulukumba ini.

Menurutnya, dijaman moderen harusnya masyarakat lebih rasional dalam berpikir dan tidak dengan mudahnya mempercayai hal-hal yang diluar dari nalar dan ajaran Islam.

Lanjut Ikhwan Bahar, mengikuti dan mempercayai hal-hal diluar dari ajaran Islam akan membawa kepada kemusyrikan. Olehnya ia berharap agar masyarakat khusunya warga yang menjadi pengikut Kanjeng Dimas atau ajaran paham diluar dari ajaran Islam hendaknya bertaubat.

“Jika hanya mampu berjalan di atas air. Maka ikan pun bisa. Jika hanya mampu terbang, maka burung pu bisa. Perkuatlah aqidah dan kepercayaan. Ummat jangan terlalu mudah percaya pada sesuatu tanpa mengetahui kebenaran dan seluk beluknya. Jika kita benar berislam maka petunjuk yang benar adalah Al-Quran dan hadits,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Bulukumba, Kh. Tjamiruddin. Menurutnya umat Islam sebenarnya adalah mereka yang menjadikan Al-Quran dan hadits sebagai pedoman hidup, jika itu dilakukan maka hal-hal yang berbau mistik dalam mendapatkan kekayaan dengan cara instan tentulah tidak akan dilakukan, karena dalam Islam sendiri mengajarkan konsep tentang ikhtiar.

“Jangan instan tapi harus berikhtiar, artinya ikhtiar yang dimaksud harus sesuai dengan petunjuk Allah, silahkan berusaha dalam mendapatkan rezki, tapi pilihlah pekerjaan dan cara yang tidak melanggar aturan baik yang diatur dalam Islam dan hukum negara,” jelasnya.

Dia menambahkan, umat Islam yang percaya dengan aliran dan paham selain agama Islam, tentulah dimasukkan dalam ketegori syirik karena mengamini dan mempercayai kekuatan selain Allah SWT. Menurutnya, reski dan harta yang didapatkan dengan cara-cara yang tidak lazim tidak akan berberkah meski jumlahnya cukup besar.

Olehnya iapun berharap warga yang menjadi pengikut Kanjeng Dimas dan paham-paham menyimpang lainnya untuk segera kembali ke jalan yang benar.

“Percuma banyak uang kalau hati tidak tenang, contoh pengikut Kanjeng Dimas, uangnya miliaran tapi diproses di polisi, kan tidak dinikmati, jadi biar sedikit asal berkah dan disyukuri karena yakin hamba yang selalu bersyukur akan ditambah nikmatnya, dan yakin selama orang berusaha di jalan yang benar Allah akan mengangkat derajat hambanya,” pesannya. (

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!