Pembentukan Badan Narkotika Kabupaten, Wacana Tanpa Realisasi – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Pembentukan Badan Narkotika Kabupaten, Wacana Tanpa Realisasi

* Narkoba Semakin Memprihatinkan

SEJAK beberapa tahun terakhir peredaran narkoba di Kabupaten Bulukumba, sangat memprihatinkan. Namun, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) tak kunjung dibentuk.
Padahal, barang haram tersebut sudah beredar sampai di pelosok desa dan telah disalahgunakan mulai dari kalangan masyarakat biasa, oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan bahkan merasuki oknum polisi.
Dengan kondisi itu, pemerintah kabupaten (Pemkab) Bulukumba, diminta secara tegas untuk memutus dan menghapus mata rantai peredaran di daerah ini. Termasuk segera membentuk Badan Narkotika Kabupaten (BNK) yang hingga saat ini hanya sekedar wacana tanpa realisasi.
Hal itu diungkapkan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Bulukumba, Sumarno, saat dihubungi Wartawan Radar Selatan, Selasa, 4 Oktober. Dia mengungkapkan, saat ini narkoba telah merajalela di Bulukumba dan butuh perhatian khusus dari Pemkab terkait kebijakan untuk menghapuskan mata rantai narkoba yang mengancam generasi.
Sabagai langkah awal, Sumarno meminta Pemkab tegas untuk segera membentuk BNK, dengan tidak sekedar wacana semata. ” Harus segera dibentuk BNK, agar bersama-sama memikirkan masalah narkoba yang saat ini penyebarannya telah urutan ketiga terbesar di Sulawesi-Selatan,” ujarnya.
Bupati Bulukumba, A M Sukri Sappewali saat dikonfirmasi mengatakan, Pemkab tidak setengah-setengah untuk memberantas narkoba di Bulukumba, salah satunya tindakan tegas kepada PNS khususnya berupa pemecatan jika terbukti menggunakan narkoba.
A M Sukri mengaku saat ini, Pemkab telah berkoordinasi dengan pihak Badan Narkotikan Nasional (BNN) untuk segera membentuk BNK di Bulukumba. Untuk persayaratan pembentukan Pemkab telah menyiapkan lahan pembuatan sekretariat dan struktur yang telah terbentuk sebagai persyaratan.
“Pak wakil Bupati, Tomy Satria kita tunjuk sebagai ketua, Kapolres sebagai wakilnya, dan lahan kita sudah ada sediakan di belakang kantor DPRD, sisa menunggu BNN saja,” ujarnya.
Sedangkan, Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto mengatakan, pembentukan BNK akan segera terealisasi, dan akan segera menggelar rapat antar SKPD, terkait pembentukannya, yang sebelumnya diakui terkendala lahan.
“Kita akan segera bentuk, minggu ini segera kita rapatkan terkait pembentukan, apalagi seluruh persiapanya sudah lengkap,” ujarnya.
Kedepannya, Tomy mengaku, kinerja BNK akan banyak meliputi kegiatan-kegiatan presentatif dengan melakukan sosialisi bahaya narkoba, serta memotong jalur peredaran narkoba yang selama ini Bulukumba sering menjadi jalurnya, sehingga akan banyak-banyak bekerjasama antar koneski dengan kabupaten lainnya.
“Saya salut dengan kinerja kepolisian belakangan ini, yang tentu kedepannya BNK akan terus bekerja dengan maksimal agar narkoba tidak merajalela di Bulukumba,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Bulukumba, AKBP Kurniawan Affandi mengaku, memang pembentukan BNK di Bulukumba sangat penting untuk segera direalisasikan. Alasannya, peredaran narkoba di daerah ini sudah cukup mengkhawatirkan. “Perlu memang percepatan pembentukan BNK di Kabupaten Bulukumba,” singkatnya.

To Top