Kapolres Minta Lawan Aksi Debt Collector – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Kapolres Minta Lawan Aksi Debt Collector

REPORTER: IRWANSYAH
EDITOR: HASWANDI ASHARI

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Belakangan masyarakat kerap diresahkan adanya kasus pemaksaan dan penganiayaan oleh debt collector terhadap konsumen yang mengalami kredit macet.

Bahkan tidak jarang oknum debt collector bertindak mirip pelaku kejahatan dengan cara merampas kendaraan kredit saat dikendarai nasabah di jalanan. Namun demikian, konsumen yang memiliki kredit macet tidak usah khawatir.

Kapolres Bulukumba, AKBP Kurniawan Affandi selaku pucuk pimpinan di Polres Bulukumba meminta kepada konsumen agar melaporkan ke pihak kepolisian jika mendapat perlakuan dari oknum debt collector yang ingin merampas kendaraan meski berstatus kredit macet.

Sesuai aturan, kata kapolres, pihak leasing (pembiayaan) tidak boleh mengambil motor, mobil maupun rumah apabila konsumen mengalami telat atau gagal membayar kredit.

Hal ini bukan tanpa alasan, karena sejak tahun 2012 telah dibuat Peraturan Menteri Keuangan bagi perusahaan pembiayaan pihak leasing tidak dapat mengambil kendaraan secara paksa. Pihak Kreditur (Leasing) Tidak boleh mengambi motor, mobil semaunya sendiri.

“Jika Anda pernah berpikir bahwa motor atau mobil anda akan ditarik secara paksa oleh perusahaan leasing karena telat atau gagal membayar cicilan bulanan, bisa dilaporkan ke polisi,” ujarnya.

Kurniawan meminta masyarakat tak perlu khawatir, sejak tahun 2012, Kementerian Keuangan telah mengeluarkan peraturan yang melarang leasing atau perusahaan pembiayaan untuk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak kredit kendaraan.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/ 2012 tentang pendaftaran Fidusia bagi perusahaan pembiayaan yang dikeluarkan tanggal 7 Oktober 2012.

Akan tetapi menurut Kurniawan bukan berarti nasabah terbebas dari beban cicilan. Dengan adanya peraturan Fidusia tersebut, pihak leasing memang tidak dapat mengambil kendaraan Anda secara paksa, tapi hal tersebut akan diselesaikan secara hukum.

“Artinya, kasus Anda akan disidangkan dan pengadilan akan mengeluarkan surat keputusan untuk menyita kendaraan Anda. Dengan demikian, kendaraan Anda akan dilelang oleh pengadilan, dan uang hasil penjualan kendaraan melalui lelang tersebut akan digunakan untuk membayar utang kredit Anda ke perusahaan leasing, lalu uang sisanya akan diberikan kepada Anda,” jelasnya.

Selaku kapolres, dirinya meminta kepada masyarakat khususnya konsumen leasing untuk melapor ke polisi jika tindakan Debt Collector yang mengambil secara paksa kendaraan di rumah, karena merupakan tindak pidana pencurian.

“Jika pengambilan dilakukan di jalan, merupakan tindak pidana perampasan. Demikian semoga bermanfaat guna menegakkan supremasi hukum yang benar,” tambahnya.

To Top