Sudah Nyetor Uang, Eh..Jualan Pedagang Tetap Dibongkar – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Sudah Nyetor Uang, Eh..Jualan Pedagang Tetap Dibongkar

MELAPOR. Pedagang Pasar Sentral menunggu antrian untuk menghadap ke Bupati Bulukumba, Selasa 11 Oktober, terkait pembongkaran lapak mereka.

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID– Meski telah menyetor uang sebesar Rp 250 ribu perbulannya, jualan para pedagang di Pasar Sentral Bulukumba, tetap dibongkar.
Akibatnya, sejumlah pedagang mengamuk di Kantor Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Bulukumba, Rabu 11 Oktober. Mereka juga meminta kwitansi pembayaran yang selama ini bayar Rp 250 ribu perbulannya. Bahkan untuk kembali berjualan, pedagang dimintai uang Rp 1 Juta untuk pembayaran setengah tahun.
Salah seorang Pedagang Pasar Sentral, Puang Upe saat ditemui di Kantor Bupati mengungkapkan, dirinya mengaku tidak terima perlakukan kepala Pasar Sentral bertindak sewenang-wenang kepada dirinya dan pedagang lain, karena mempertanyakan kwitansi pembayaran lapak mereka dibongkar paksa dan terpaksa tidak bisa lagi berjaualan.
Dia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bertindak tegas dengan adanya dugaan penyalahgunaan wewenang oleh kepala pasar. “Ini sudah pembayaran bulan kelima Rp 250 ribu, mintaja saja bukti pembayaran, malah lapak saya dibongkar lengkap dengan jualanku, makanya saya laporkan ke DPKD, apa memang ada pembayaran masuk, jangan sampai dikantongnaji pak Amir (Kepala Pasar),” ujarnya.
Selain datang ke DPKD, Puang Upe beserta ke 10 pedagang sayur ini mengaku datang menghadap ke Bupati Bulukumba, A M Sukri Sappewali, yang pernah menjanjjikan akan mengratiskan pembayaran pada pedagang, dan meminta agar Bupati mengambil langkah tegas terkait adanya pungutan liar yang diduga dilakukan kepala Pasar Sentral.
Kepala Pasar Sentral, Muh Amir yang dikonfirmasi membenarkan telah membongkar lapak pasar Pedagang Kaki Lima (PKL) dikarenakan tidak membayar kewajibanya, Rp 1 juta per 6 bulan. Hal tersebut merupakan langkah untuk menertibkan pedagang yang dinilai tidak mentaati peraturan yang telah ada. Pemberlakuan pembayaran kepada pedagang ini merupakan solusi pedagang pasar yang selama ini menggunakan pinggir jalan untuk berjualan.
“Sebenarnya jalan tidak bisa dipakai berjualan, hanya saja kita kasi pedagang mengingat besarnya target yang kita dapatkan, makanya kita manfaatkan, tapi bukan Rp 250 perbulan,” ujar pria yang akrab disapa Amir itu.
Dia mengaku akan menertibkan seluruh PKL yang ada, mengingat seringnya macet dikarenakan PKL yang berjualan di pinggir jalan. Bupati Bulukumba, A M Sukri Sappewali mengaku akan mencarikan solusi terbaik kepada pedagang pasar, yang sebelumnya akan merapatkan hal ini bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!