Realisasi Pembangunan Masih Rendah, Bupati ‘Marahi’ SKPD – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Realisasi Pembangunan Masih Rendah, Bupati ‘Marahi’ SKPD

MARAH. Bupati Bulukumba, A M Sukri Sappewali marah saat monitoring dan evaluasi di aula Bappeda, Rabu 12 Oktober.

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Bupati Bulukumab, A M Sukri Sappewali memarahi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)-nya dalam rapat Monitoring dan Evaluasi, berlangsung di aula kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Rabu, 12 Oktober.
Kemarahannya disebabkan, ditriwulan III ini dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bulukumba sebesar Rp 657.784.597.280 yang diperuntukkan untuk pembangunan realisasinya masih diangka 64,04 persen, atau 52,04 persen untuk realisasi keuanganya dengan angka Rp 324.328.052.449.
Dengan nada emosi, A M Sukri meminta satu persatu alasan SKPD, terkait rendahnya realisasi yang seharusnya sudah diangka 80 persen. Dia menilai SKPD tidak serius bekerja terbukti dengan masih rendahnya pencapain. “Ingatki, ini untuk rakyat, dan saya tidak main-main kalau persoalan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Dia meminta SKPD untuk mengenjot kinerja mereka, dan tahun anggaran 2017 mendatang segera dibuatkan program di 2016 ini, agar pada awal tahun program bisa berjalan tanpa menunggu lagi apa yang akan dilakukan pada anggaran.
Dalam rapat tersebut, ada beberapa SKPD yang serapan anggaranya masih rendah, diantaranya Dinas Bina Marga yang hingga saat ini masih 26.24 persen fisik dan keuangan atau Rp 37.636.474.132, dari anggaran sebesar Rp 143.409.695.200. Diurutan kedua Dinas Koperasi, Perdagangan, Perindustrian, Pertambangan dan Energi (KP3E), realisasi fisiknya masih 50,09 persen dan realisasi keuangan 25,28 persen Rp 5.723.698.359 dari anggaran Rp 22.638.774.800.
Dan diurutan ketiga Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) yang masih diangka 55,21 persen untuk fisik, dan realisasi keuangan masih 32 persen atau Rp 9.693.293.617 dari anggaran Rp 30.064.770.400.
Pada urutan keempat, ada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang realisasinya masih 48 persen untuk keuangan dan fisik dengan anggaran Rp 2.438.068.207 dari realisasi Rp 5.018.869.000, dan disusul Dinas Kelautan dan Perikanan, yang masih 58,00 untuk fisik dan 54,37 untuk keuangan atau Rp 6.692.521.342 dari anggaran Rp 12.310.137.950.
Salah seorang perwakilan rapat PSDA, Amri Nompo mengaku, rendahnya realisasi anggaran disebabkan penggunaan air oleh masyarakat, akan terganggu jika langsung dilakukan pembangunan. Hanya saja dia menjamin realisasi angggaran bisa dirampungkan sebelum tahun anggaran 2017 mendatang.
“Kegiatan lain sudah rampung seperti sumur bor, galian dalam dan lain, hanya memang anggaran besar yaitu pembagunan jaringan irigasi baru tahap pembangunan dan insya Allah akan selesai sebelum tahun anggaran 2017 mendatang,” ujarnya.
Selain itu, alasan beberapa SKPD terkait kurangnya realisasi keuangan dikarenakan masih banyaknya perusahaan belum mencairkan anggarannya meski pembangunan telah rampung. (awa/ris/B)

Realisasi Anggaran Pembangunan SKPD

1. Dinas Bina Marga
* Anggaran Rp 143.409.695.200
* Realisasi 26.24 persen atau setara Rp 37.636.474.132

2. Dinas KP3E
* Anggaran Rp 22.638.774.800
* Realisasi 25,28 persen atau setara Rp 5.723.698.359

3. PSDA
* Anggaran Rp 30.064.770.400
* Realisasi 32 persen atau setara Rp 9.693.293.617

4. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
* Anggaran Rp 5.018.869.000
* Realiasai 48 persen atau setera Rp 2.438.068.207

5. Dinas Kelautan dan Perikanan
* Anggaran Rp 12.310.137.950
* Realisasi 54,37 atau setara Rp 6.692.521.342

To Top