Duh, Air PDAM di Bonto Bahari Bercampur Lumpur – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Duh, Air PDAM di Bonto Bahari Bercampur Lumpur

KOTOR. Mata air Lotong-lotong di Kelurahan Benjala, Bonto Bahari kotor, padahal air yang diperuntukkan untuk warga ini merupakan sumber air yang paling banyak dinikmati.

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Sejumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah Kecamatan Bontobahari, Bulukumba mengeluhkan kondisi sumber air Lotong-lotong. Pasalnya, saat musim hujan, air berubah warna menjadi merah dan berlumpur.

Salah seorang tokoh masyarakat, Haji Kardi mengungkapkan, saat ini masyarakat tak lagi memanfaatkan air PDAM untuk kebutuhan sehari-hari, karena air tidak layak dikonsumsi.

Warna air berubah menjadi merah, dan bahkan berlumpur, sehingga terpaksa mencari sumber air lain. Apalagi, pihak PDAM tidak memiliki penyaringan air bersih, melainkan langsung mengalir ke pelanggan.

“Harus dibenahi segera. Kasian warga, airnya tidak layak konsumsi,” ujarnya, saat ditemui di saluran air Lotong-lotong, Benjala, Bonto Bahari, Senin 24 Oktober 2016.

Menurut dia, perlunya ada perbaikan segera, sebab keberadaan air PDAM hanya buang-buang, warga tak bisa memanfaatkan. Padahal, air sudah mengalir ke beberapa wilayah di Bontobahari, seperti ke Kelurahan Tanah Lemo, Tanah Beru, Desa Bira, bahkan sampai ke Lembang, Kecamatan Ujungloe, namun fasilitas diangap belum memadai. Bak penampungan juga tidak disiapkan oleh PDAM Bulukumba.

“Bahkan saat mati lampu saja air tidak mengalir. Ini kan tidak bagus,” katanya.

Selain kondisi air, lanjutnya, masyarakat sekitar juga memprotes keberadaan air PDAM di wilayah Lotong-lotong, karena dia justru tidak kebagian air, sementara berada di wilayahnya.

Air malah lebih dikuasai oleh masyarakat desa Bira, Tanah Beru, dan Tanah Lemo. Seharusnya, warga di Kelurahan Benjala lebih banyak, kalau dibandingkan wilayah lain, namun sejauh ini belum ada pemasangan pipa ke rumahnya.

“Hampir 90 persen warga di Benjala tidak menikmati air PDAM. Padahal, Lotong-lotong ini berada di Benjala,” jelasnya.

Direktur PDAM Bulukumba, Syamsuri, mengatakan, distribusi air Lotong-lotong yang kotor saat musim hujan disebabkanrembesan air masuk dari luar. Untuk itu, dia mengusulkan perubahan 2017 mendatang, bahkan sudah berkomitmen melakukan perbaikan sumber daya air.
Penambahan jaringan PDAM sudah dilakukan sebelum menjabat, namun tidak pernah terealisasi. “Kita akan lakukan perbaikan. Kita akan ajukan proposal secara bertahap ke Pemkab Bulukumba,” ujar dia

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!