Korupsi Bedah Rumah Tanah Toa, Satu Tersangka Jalani Sidang, Satunya Lagi Masih DPO – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Korupsi Bedah Rumah Tanah Toa, Satu Tersangka Jalani Sidang, Satunya Lagi Masih DPO

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID– Kasus dugaan korupsi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Desa Tanah Toa, Kecamatan Kajang, terus bergulir. Kini kasusnya telah masuk keranah persidangan Tindak Pidana Korupsi, di Makassar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba, Muh Ihsan menjelaskan, untuk berkas pemeriksaan salah satu tersangka korupsi bedah rumah Desa Tanah Toa, Arsyad telah lengkap atau P21 oleh penyidik Kejaksaan. Dan kasusnya sendiri telah bergulir dimeja hijau. Sedang satu tersangka lainnya yaitu mantan Kades Tanah Toa, Sulthan, masih dalam pengejaran pihak kepolisan atau DPO.
“Berkasnya kita pisah, kan ada dua tersangka jadi yang sudah P21 itu, adalah berkas untuk tersangka Asdar dan ini sudah pemeriksaan saksi di Pengadilan. Kalau tersangka satunya kan itu DPO,” ujarnya.
Sedang untuk kelancaran proses sidang sendiri, pihaknya telah melakukan penahanan terhadap Arsyad di Makassar. “Soal berapa tuntutan jaksa atas terdakwa, yah kita lihat nanti dalam perkembangan persidangan. Yang jelas yang kita dakwakan yah pasal tentang korupsi,” ujarnya.
Humas Polres Bulukumba, AKP H Syarifuddin, dikonfirmasi terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Kades Tanah Toa itu enggan berkomentar dengan alasan larangan pimpinan untuk mengekspos kasus korupsi sebelum P21. “Maaf ada kebijakan internal, jadi kalau kasus korupsi belum P21 itu belum bisa di publis dulu dinda, “ujarnya.
Sekedar diketahui, kasus BSPS atau bedah rumah sendiri merupakan bantuan dari Kementerian Perumahan Daerah Tertinggal (PDT), dengan anggaran sebesar Rp 27 miliar khusus untuk Kacematan Kajang, kasus inipun kemudian mulai bergulir sejak tahun 2013 silam.
Khusus untuk Desa Tanah Toa sediri, merupakan desa yang paling banyak mendapatkan bantuan yaitu Rp2,4 miliar dengan 301 jumlah penerima manfaat. Dalam kasus ini sendiri penyidik polisi telah menetapkan dua orang tersangka masing-masing, Asdar dan Sultan yang juga merupakan mantan Kades Tanah Toa, Kajang.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!