Dua Oknum Polisi Kasus ’86’ Narkoba Dijatuhkan Sanksi Disiplin – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Dua Oknum Polisi Kasus ’86’ Narkoba Dijatuhkan Sanksi Disiplin

ilustrasi (int)

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Dua oknum anggota Polres Bulukumba, dijatuhkan sanksi atas dugaan 86 kasus narkoba yakni, Bripka Mulyadi dan Bripka Juni. Dalam sidang disiplin, Kamis, 10 November lalu, keduanya dianggap lalai dalam menjalankan tugas berimplikasi pada citra institusi kepolsian.
Wakapolres Bulukumba, Kompol Agus Haerul mengatakan, proses sidang disiplin tersebut merupakan salah satu proses penegakan disiplin ditubuh internal kepolisan, khususnya bagi anggota diduga melakukan pelanggaran disiplin. Sidang mendudukan dua oknum polisi terduga kasus 86 narkoba, yang baru saja digelar dalam rangka komitmen institusi kepolsian dalam hal penegakan hukum bagi anggotanya.
“Memang sudah dimutasi ke polsek-polsek, tapi prosesnya tetap kita lanjutkan. Kemarin itu dua oknum ini sudah kita sidang dan telah dijatuhkan sanksi disiplin,” ujarnya, Jumat, 11 November.
Agus Haerul mengatakan, berdasarkan bukti dan fakta persidangan keduanya telah dijatuhkan sanksi berupa penundan mengikuti pendidikan selama satu tahun serta penundaan gaji berkala selama satu periode. “Kalau eks Kasat Narkoba, AKP Ramli Bennu juga menjalani sidang di Polda. Bripka Juni dan Mulyadi dianggap melakukan kesalahan porsedur dalam penanganan kasus,” ujarnya.
Terpisah, Humas Polres Bulukumba, AKP H Syarifuddin menjelaskan, penundaan gaji berkala selama satu periode yaitu kedua oknum tersebut tidak menerima kenaikan gaji selama dua tahun lamanya. “Ini contoh kalau gajinya sekarang Rp3 juta. Yah selama satu periode atau dua tahun itu tidak naik-naik. Kan setiap satu periode itu biasanya ada kenaikan gaji. Tapi kalau ada tunjangan atau insentif lainnya itu tetap diberikan haknya,” ujarnya.
Dalam fakta persidangan, kata dia, memang keduanya tidak menerima uang, namun keduanya dianggap melakukan kesalahan prosedur dalam melakukan penyelidikan dalam kasus narkoba. “Kalau mereka terlibat dapat uang yah itu kan pidana. Tapi ini cuma mereka melakukan pelanggaran dan kelalaian dalam proses administrasi,” katanya.
Lebih jauh, H Syarifuddin menjelaskan, sanksi dijatuhkan kepada dua oknum tersebut telah sesuai dengan bukti dan fakta ditemukan dalam persidangan. Iapun menegaskan, sanksi berat akan menanti pada setiap oknum polisi melakukan pelanggaran khususnya terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
“Pak Kapolres dan semua pejabat utama di Polres sudah komitmen tidak ada ampun khsusunya anggota yang terlibat pelanggaran hukum apalagi narkoba. Jadi dua anggota ini juga selama satu penerimaan pendidikan apakah itu perwira, keduanya tidak diperbolehkan ikut. Kita juga berpesan kepada anggota yang sudah dijatuhkan hukuman agar kedepannya benar-benar berintegritas dalam menjalankan tugas dan fungsi polri,” pungkasnya. (**)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!