Mengenang 30 Tahun Pelayaran Phinisi Nusantara – Radar Selatan

Radar Selatan

Hot News

Mengenang 30 Tahun Pelayaran Phinisi Nusantara

BERPOSE. Ini dia foto Captain Gita Ardjakusuma bersama ketua panitia di sebelah kanan Muhammad Amran Jabaldan sekretaris panitia Dedi Jalildi sebelah kiri.

“Perahu Pinisi Mendunia”

Catatan 1 oleh Andhika Mappasomba

Perahu Pinisi, telah menjadi nama yang tidak bisa dipisahkan dengan dunia kemaritiman Indonesia. Namun, jika menelisik lebih jauh ke belakang, pelayaran internasional di zaman moderen sebenarnya diawali dengan kesuksesan perahu tradisional Pinisi mengarungi samudera pasifik pada tahun 1986.
Dengan mengarungi laut selama lebih dari dua bulan di atas laut dan tidak kurang dari sejauh 11.000 mil dari indonesia menuju vancouver canada, perahu kayu itu “bagaikan sabuk kelapa” yang hanyut di tengah samudera.
Ombak besar dan badai mampu dihadapi perahu pinisi buah tangan panrita lopi bulukumba khusunya orang Bontobahari.
30 tahun lalu, pemuda tangguh dan pemberani indonesia membuktikan keberanian dan kepandaian mereka.
30 tahun bukanlah waktu singkat. Para awak kapal itu kini sudah sepuh dan tua. Olehnya, untuk pertama kalinya awak Phinisi Nusantara akan dipertemukan dalam acara “mengenang Phinisi Nusantara” hari ini 20 Nopember di pelabuhan PPI tanah beru atau kampung tanjung kappea, kalukubodo bonto bahari. Kampung tempat pemotongan lunas Phinisi Nusantara pada tahun 1986 oleh Daeng Marinnyo bersama Haji Damang.
Captain Gita Arjakusuma sang nahkoda legendaris Indonesia telah hadir di Bulukumba dari jakarta malam tadi dan menginap di sebuah hotel di pantai Bira.
Dan sore ini sampai malam, akan dihelat pagelaran seni di kawasan pelabuhan PPI tanah beru. Salah satunya adalah Monolog dari laut yang berjudul, Daeng Marinnyo, Panrita Lopi yang Berjalan di Kesunyian. (**)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!