Bulukumba Raih Penghargaan Buta Aksara – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Bulukumba Raih Penghargaan Buta Aksara

PENGHARGAAN. Bupati Bulukumba, A M Sukri Sappewali menerima penghargaan dari Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo,Rabu 23 November, di perayaan Hari Aksara Internasional (HAI) dan Hari Guru di alun-alun kota Pare-pare.

*Syahrul: Pendidikan Harus Jadi Proritas

PEMERINTAH kabupaten (Pemkab) diminta langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo, agar memprioritaskan pendidikan dalam penyusunan anggaran.
Pendidikan dianggap sangat penting karena, akan melahirkan generasi tangguh, dan pasti membawa kemakmuran bagi daerah. Syahrul bertemi kasih atas penggiat pendidikan, sehingga pendidikan berjalan baik, dan bupati serta kepala dinas yang pasti memberikan dorongan kuat.
“Aksara telah kita lakukan upaya maksimal, dan telah memiliki akserelarasi yang sangat tinggi. HAI dan hari guru kita jadikan monetum untuk kuatkan tekat dan menjadikan pendidikan menjadi lebih baik seiring era digital, kamajuan modern. Dan guru tidak boleh ketinggalan,” ujar Syahrul, Rabu, 23 November.
Sebagai guru, lanjut Syahrul, saat ini dituntut untuk menguasai teknologi setiap hari diakses oleh pelajar sekarang. Bila tidak dituntun akan merusak generasi penerus. “Ada saingannya guru sekarang namanya teknologi, hp yang temani anak didik kita setiap hari, guru harus bisa menuntun menjadi lebih baik, penanaman ilmu, dan kewarganegaaraan, adat agar tidak tergerus,” ujarnya.
Pada kesempatan itu juga, Bupati Bulukumba, A M Sukri Sappewali, Rabu 23 November, menerima langsung penghargaan Tuna Aksara dari Pemerintah Provinsi Sulawesi-Selatan (Sulsel) di Lapangan Alun kota Pare-Pare, dalam memperingati hari Guru yang dirangkaikan dengan Hari Aksara Internasional (HAI).
Penerimaan penghargaan tersebut merupakan apresiasi dari Pemprov kepada Bulukumba, sebelumnya juga menerima penghargaan yang sama dari pemerintah pusat di kota Palu, karena mampu menurunkan angka buta aksara melewati target atau 5 persen dari total buta aksara di daerah, dan Bulukumba merupakan satu-satunya di Provinsi Sulsel yang meraih penghargaan tersebut dari pemerintah pusat.
Untuk tingkat provinsi, selain Bulukumba, ada 15 kabupaten/kota lainnya turut menerima penghargaan yang sama yakni Barru, Bone, Soppeng, ajo, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Luwu, Tanah Toraja, Luwu Utara, Luwu Timur, Palopo, Pare-Pare dan Makassar atas percepatan penuntasan tuna aksara.
Plt Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo, dalam sambutanya mengungkapkan jika penurunan buta aksara di Sulsel sangat signifikan, dari 2013 hingga November. “Penurunannya sampai ratusan ribu jiwa, dan ini kerena kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab),” ujarnya.
Pria yang akrab disapa None ini, menarget 2017, 97 persen masyarakat bebas buta aksara disetiap kabupaten. Demikian pula program peningkatan kompetensi guru, Pemprov akan melaksanakan diklat pada 400 angkatan, dan 16 ribu guru untuk meningtkan kompetensi dari angka rata-rata kompetensi dari 5 menjadi 7.
“Guru juga harus berikan pelayanan prima atau service excellence pada anak didik dengan mengajar ramah, melayani seperti halnya pelayanan publik, dan semoga kegiatan ini bisa lebih baik, dan kesejahteraan semakin meningkat,” ujarnya.
Bupati Bulukumba, A M Sukri Sappewali mengungkapkan, pendidikan di Bulukumba terus dibenahi, termasuk peningkatan kualitas para guru melalui pelatihan dan diklat. Dan dia mengapresisi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrga (Disdikpora) yang mampu menurunkan angka buta aksara di Bulukumba secara signifikan.
“Iya saya setuju dengan usulan provinsi untuk mengutamakan pendidikan, makanya dukungan berupa anggaran pendidikan para guru untuk menambah kompetensi harus dilakukan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bulukumba, Andi Akbar Amir mengaku, penurunan buta aksara di Bulukumba menglami penurunan drastis. Untuk 2014 silam sekitar 25 ribu buta aksara, dam 2015 kemarin mengalami penurunan hingga 700 persen atau bersisa 15 ribu jiwa.
Dalam upaya menurunkan angka buta aksara, Akbar mengaku, 2016 Pemkab mendorong pengembagan progran keaksaraan seperti perbanyak taman baca, program keaksaraan melalui pembalajar Keaksaraan Fungsional Dasar (KFD)
Agar tidak kembali buta aksara, Pemkab melakukan keaksaraan melalui penciptaan usaha mandiri, melalui lembaga keterampilan, seperti kerajinan, tangan dan usaha kue, hal tersbut untuk mendorong para buta aksara ini untuk lebih giat belajar dalam upaya peningkatan usahanya. (**)

Kabupaten Penerima Penghargaan

* Bulukumba
* Barru
* Bone
* Soppeng
* Wajo
* Sidrap
* Pinrang
* Enrekang
* Luwu
* Tanah Toraja
* Luwu Utara
* Luwu Timur
* Kota Palopo
* Kota Pare-Pare
* Kota Makassar
Penurunan Buta Aksara Bulukumba

* 2014 silam sekitar 25 ribu buta aksara
* Dan 2015 mengalami penurunan hingga 700 persen atau tersisa 15 ribu jiwa.

SUMBER: DISDIKPORA BULUKUMBA

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!