Masyarakat Bulukumba Tuntut Penjarakan Ahok – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Masyarakat Bulukumba Tuntut Penjarakan Ahok

Salah satu tokoh masyarakat, Edy Manaf saat berorasi dalam aksi bela islam jilid III di depan kantor DPRD Bulukumba
BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Aksi Super Damai yang berlangsung serentak di Indonesia juga dilakukan di Bulukumba, tepatnya di depan Islamic Center Dato Tiro. Aksi ini dihadiri ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat, mulia dari aktivis, mahasiswa, politisi, tokoh agama, Polisi, TNI, hingga masyarakat sipil bergantian melakukan orasi untuk penegakan supremasi hukum demi menjaga keutuhan NKRI.
Dalam orasi Ketua Gabungan Penegak Syariat Islam (Gapensi), Ust Agung Teguh menegaskan, kita berkumpul di tempat ini dengan satu tujuan, untuk menuntut keadilan agar segera dipenjarakan si penista Alqur’an, si penista agama. Ia menyampaikan ayat yang berkaitan dengan penistaan yang dilakukan Ahok. “Menjadikan teman saja Allah melarang, apalagi menjadikan pemimpin. Allah melarang menjadikan orang-orang kafir sebagai teman, karena orang-orang kafir senang tiasa mengharapkan kehancuran kamu. Orang yang memiliki agama tentu paham akan ayat ini,” ujar Iman Masjid Muhammadiyah Bulukumba setelah menyampaikan tafsiran ayat dalam Alqur’an.
Ustas Ihwan Bahar mengatakan, kegiatan hari ini menjadi sejarah meskipun jumlah yang ikut aksi tidak sampai ribuan. Namun Allah bersama para malaikat di langit akan mencatat bahwa umat Islam di Bulukumba juga menolak dan tidak suka agamanya, Alqur’annya dinistakan.”jangankan manusia, jangankan umat islam, semutpun akan menggigit jika tangannya diinjak,” ujarnya.
Aparat pengamanan yang hadir hari ini, kata Ihwan, mendukung aksi 212 ini karena yang terlibat bukan musuh, bukan teroris, melainkan suara hati orang-orang yang beriman dengan tuntutan yang sama, yakni penegakan supremasi hukum dan tahan Ahok sang penista. “Entah itu dari Kepolisian kemudian berakhir di Kejaksaan, ini yang kemudian harus tetap dikawal,” katanya.
Dengan persoalan tersangka Ahok yang masih bebas berkeliaran, bukan hanya memberikan dampak negatif tapi juga melalui kasus itu, menjadikan umat Islam diseluruh nusantara bersatu. Dari Bulukumba menyuarakan ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap agama Islam. “Walaupun aksi hari ini kita jauh, dari umat yang ikut melakukan aksi super damai di monas, di bundaran HI, kami turut mendoakan kalian,” katanya.
Dalam orasinya, Ihwan menutup dengan mengutip ayat yang berarti “Siapa yang tidak suka dan tidak peduli sesama umat Islam maka dia bukan pengikut nabi” katanya.
Dari Politisi, Edy Manaf dalam orasinya menyatakan, aksi damai ini sangat mengharukan karena betul-betul yang turun aksi digerakkan oleh nuraninya. Ini menjadi bukti bahwa warga Indonesia masih bisa bersatu di Indonesia. “Kesadaran umat islam bukan untuk kepentingan hari ini tapi untuk kepentingan generasi yang akan datang,” ujarnya.
Meskipun singkat, dari tokoh masyarakat, Idris Aman dalam orasinya menegaskan penjarakan Ahok. Pada kesempatan itu, dari pihak Polres Bulukumba dan TNI juga melakukan orasi untuk tetap menjaga keutuhan NKRI. (
To Top