Empat Mobil Internet Terbengkalai – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Empat Mobil Internet Terbengkalai

DIABAIKAN. Sejak tidak beroperasi, mobil internet dibiarkan terbengkalai. Seperti yang terlihat di Kelurahan Caile, Ujung Bulu.

# Petugas Operator Tolak Kembalikan Armada

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO ID  — Sedikitnya empat unit Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) di Kabupaten Bulukumba bantuan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah tidak beroperasi.

Kepala Bidang Kominfo Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Bulukumba, Johamsyah membenarkan saat ini ke empat unit MPLIK sudag tidak lagi beroperasi.

“Kalau mobil internet langsung dari pusat yang tangani dan memang saat ini berhenti beroperasi,” katanya, Rabu, 18 Januari 2017.

Ia bercerita dalam pengelolan MPILK tersebut PT Telkom merupakan pemenang tender untuk pengelolaan MPILK tersebut tetapi ada sedikit masalah yang terjadi sehingga tidak beroperasi.

“Telkom yang menangkan tender kemudian ada anak perusahaan dari PT. Telkom yang mengelola mobil internet termasuk juga dari perusahaan tersebut yang menunjuk langsung petugas atau operatornya karena gaji operator tidak dibayarkan sehingga petugas ini tidak bekerja,” katanya.

Ke empat MPILK tersebut ditempatkan di beberapa lokasi yang berbeda, 1 unit di Kecamatan Kajang, 1 unit di Kecamatan Ujung Bulu dan 2 unit di Kecamatan Rilau Ale.

“Kalau mobil ini saat ini masih berada di lokasi masing- masing,” tambahnya.

Dan saat pihak Kominfo masih menunggu keputusan dari Kementerian Kominfo bagaimana kelanjutan dari mobil internet tersebut.

“Apakah nantinya kembali dioperasikan atau ditarik, kami masih menunggu informasi,” katanya.

Sementara itu, Guntur, salah satu operator mobil internet wilayah Herlang mengaku tidak akan mengembalikan armada tersebut sebelum honornya dibayarkan.

“Terpaksa saya jadikan pajangan di depan rumah. Mobil internet tidak akan saya kasi kembali sebelum honor saya dibayarkan,” tegasnya.

Hamzah, operator mobil internet wilayah Gantarang juga mengalami nasib sama. Ia juga mengaku belum mendapat honor sejak dirinya ditunjuk menjadi operator.

“Sebelumnya biaya oprasional diberikan tiap bulan sebesar Rp270 ribu, sekarang sudah tidak ada lagi,” katanya.(*)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!