Diancam, Orang Tua Melapor ke Dinas Pendidikan – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Diancam, Orang Tua Melapor ke Dinas Pendidikan

MELAPOR. Orang tua Ahmad Alfadhan siswa Kelas 4 Sd 125 Jatia, Bonto Tiro, Sri Wahyuni melaporkan, Kepala Sekolah, Ikmal ke Dinas Pendidikan Bulukumba, Senin 6 Februari kemarin. Dia melapor kepala Sekolah Ikmal karena mengancam anaknya akan dikeluarkan dari sekolah.

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO. ID — Orang tua Ahmad Alfadhan siswa Kelas 4 SD 136 Jatia, Bonto Tiro, Sri Wahyuni melaporkan, Kepala Sekolah, Ikmal ke Dinas Pendidikan Bulukumba, Senin 6 Februari kemarin karena mengancam anaknya akan dikeluarkan dari sekolah.

Menurut Sri Wahyuni, pengancaman berawal saat anaknya yang masuk tim peserta lomba Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (02SN) lingkup wilayah Bonto Tiro. Namun karena ada siswa yang ingin dimasukkan oleh kepala sekolah, anaknya terpaksa mengundurkan diri, karena merasa persaingan tidak sehat mengingat yang akan ikut pada pertandingan tersebut tidak berkompeten.

” Anak saya mau diikutkan bersama anak yang tidak pernah dapat penghargaan, makanya saya kasi mundur, paling tidak hampir sama kecerdasanyalah, apalagi anak saya sudah berapa kali menang pertandingan,” sesalnya.

Setelah itu, lanjut Sri,  kepala sekolah meminta anaknya untuk pulang, yang diantar oleh kepala sekolah, sebelum jam pelajaran habis.

” Tidak permasalahkan karena masalah o2sn ini, tapi kenapa disuruh pulang, dan sejak itu anak saya tidak mau pergi sekolah, karena diancam akan dikeluarkan,” ujarnya.

Mendengar hal tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Ahmad Januaris yang ditemui diruang kerjanya akan memanggil UPTD Pendidikan dan Kepala Sekolah, untuk mempertanyakan hal tersebut.

Hanya saja, Januaris mengaku, jika laporan kepala sekolah oleh orang tua siswa di SD 136 Jatia sudah beberapa kali terjadi, olehnya itu dia akan mengusulkan untuk memindahkan Kepseknya, yang belum lagi dikarenakan isterinya juga mengajar di sekolah tersebut.

” Sudah banyak laporan, kita akan segera usulkan, bersama isterinya. Seharusnya pegawai tidak bisa seatap kalau suami isteri,” ujar Januaris.

Sementara itu kepala SDN 136 Jatia yang dikonfirmasi via handphone membantah telah melakukan pengancaman pada siswanya.

” Adaji masuk sekolah pak (wartawan,red) masa saya ancam siswa,” singkatnya.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!