Wabup Sumbang Gajinya Untuk Korban Puting Beliung di Jeneponto – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Jentago

Wabup Sumbang Gajinya Untuk Korban Puting Beliung di Jeneponto

Wabup Jeneponto, Mulyadi Mustamu

JENEPONTO, RADAR SELATAN.CO.ID  – Wakil Bupati Jeneponto Mulyadi Mustamu berkunjung ke lokasi rumah korban puting beliung di Kampung Lombu Peo’, Kelurahan Pantai Bahari, Kecamatan Bangkala, yang berjarak 45 kilometer dari kota Jeneponto, Kamis 09 Februari.
Dalam Kunjungannya,  Mulyadi  disambut  puluhan warga setempat yang mengaku sudah menunggunya,”Alhamdulillah, adami pak wakil Bupati,”Teriak warga.
Pantauan RADAR SELATAN, Mulyadi langsung mendatangi satu persatu rumah yang menjadi korban angin puting beliung yang terletak dipinggir pantai dan memberikan bntuan dana yang diisi dalam amplop.
“Jadi kunjungan saya kesini bukan sebagai wakil bupati, melaingkan secara pribadi. Saya kesini sebagai bentuk rasa prihatin, makanya saya akan berikan gaji saya kepada para korban angin puting beliung,”ujar Mulyadi.
Ia mengaku prihatin melihat rumah warga yang terbalik diterjan anging kencang, beruntung tidak ada korban jiwa saat kejadian,”Untung tidak ada ji korban jiwa kodong,”kata Mulyadi.
Hanya saja, Mulyadi sesalkan hingga kini pihak BPBD Jeneponto belum kelokasi. Hal tersebut diungkkap oleh warga saat wabup bertanya,”belumpi dari sini BPBD kareng,”ujar Tarra warga setempat.
Tarra (27) yang merupakan salah satu korban yang rumahnya hancur diterpan anging mengaku bersyukur atas bantuan yang ia terima dari Mulyadi,”Terima kasih banyak kareng, sehatki selalu dan apa yang kita harapkan semoga terwujud,”Kata Tarra saat dikonfirmasi awak media.
Sebelumnya diberitakan, Hujan deras disertai anging kencang membuat sebanyak 13 rumah warga porak poranda diterjang anging puting beliung, Selasa dini hari 08 Februari, sekitar pukul 04.00 wita.
Hal tersebut diungkap oleh Kepala Kelurahan Pantai Bahari, Baktiar membenarkan 13 jumlah rumah yang menjadi korban angin puting beliung.
“Dari 13, ada empat rumah hancur rata dengan tanah akibat anging, satu rumah terbalik. Kejadian itu terjadi Selasa subuh (7 Februari), memang saat itu hujan deras disertai anging kencang,”ujar Baktiar saat ditemui dilokasi.(Dedi/Radar Selatan)

To Top