Mengenang Satu Tahun Almarhum Andi Ancong  – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Mengenang Satu Tahun Almarhum Andi Ancong 

Foto bersama Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali dan Ustad Maulana

 

Suasana haru bercampur tangis masih terlihat di kediaman Andi Asman alias Andi Ancong, Rabu, 8 Februari 2017. Di hari itu, genap satu tahun kepergian Andi Ancong ke pelukan sang ilahi.

Laporan Haswandi Ashari

Tangis dan tawa bercampur di kediaman Andi Ancong. Itu terjadi lantaran pihak keluarga masih terus mengingat kepergian almarhum meski sudah genap setahun lamanya.

Namun tangis itu justru berubah tawa ketika Ustad Nur Maulana hadir membawakan tausyiah. Suasana berubah, hampir semua masyarakat terpingkal-pingkal mendengar ceramah ustad yang punya ciri khas “Jamaah oh jamaah” itu.

Kehadiran Ustad Nur Maulana memang inisiatif pihak keluarga dalam hal ini anak sulung almurhum Andi Ancong yakni Andi Illang.

Tujuannya tidak lain hanya ingin agar silaturahim antar keluarga terus terjaga. Begitu juga kehadiran keluarga besar dan masyarakat Bulukumba sangat diharapkan untuk mendoakan almarhum Andi Ancong.

“Kami ingin keluarga besar terus memupuk tali silaturahim. Tidak boleh ada sekat-sekat. Mari saling berbaur karena kita semua ini bersaudara,” kata Andi Illang.

Sebagai pembuka ceramah, Bupati Bulukumba, AM. Sukri Sappewali berkesempatan memberikan sepatah kata dari pihak keluarga almarhum. Dalam arahannya, bupati berterima kasih kepada keluarga serta masyarakat Bulukumba yang sudah hadir di acara mengenang satu tahun meninggalnya Andi Ancong yang juga sepupu bupati itu.

Bupati juga tidak lupa mengenang kebaikan almarhum saat menjadi Anggota DPRD Bulukumba periode 2009-2014 itu.
“Pemerintah juga selalu dikritik oleh beliau (Andi Ancong) ketika ada kebijakan yang dianggap tidak pro rakyat. Perlu saya ingatkan, poros Sape Bonto yang sudah diaspal berkat perjuangan Andi Anccong. Jadi jasa-jasa beliau haruslah selalu diingat,” kata bupati.

Hal yang sama juga disampaikan Ustad Nur Maulana. Bahkan ustad menjelaskan bahwa segala amal tidak berguna dan tidak berpahala walaupun kita telah beribadah dengan penuh keikhlasan siang dan malam, tetapi bila kita masih memutus tali silaturahmi dan menyakiti hati orang-orang, maka amalannya tidak ada artinya di sisi Allah SWT.

“Orang yang memutuskan tali silaturahmi diharamkan masuk surga,” kata Ustad Nur Maulana.

Dengan demikian, sangatlah kita harus menjaga tali silatuhrahmi di antara sesama manusia, serta tetaplah menjaga tali persaudaraan kita agar menjadi Hamba Allah SWT yang dicintainya. Amin..

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!