Kimia Farma Lakukan Home Care dan Tele Farm – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Kimia Farma Lakukan Home Care dan Tele Farm

ANJAR S MASIGA/RADAR SELATAN  Petugas kesehatan dari apotek Kimi Farma Bulukumba melakukanpemeriksaan kesehatan terhadap Hj. Rosnah (istri Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali) dalam program home care yang berlangsung di rujab bupati Bulukumba belum lama ini.
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO. ID  — Apotek Kimia Farma Cabang Bulukumba melakukan sejumlah kegiatan sebagai bentuk pendekatan kepada masyarakat. Dua program unggulan yang dilakukan secara konsisten yakni home care dan tele farm.
Supervisi Apotek Kimia Farma Bulukumba, Jasmi Harjo S.Farm, Apt mengatakan, program home came dilakukan minimal empat kali dalam sebulan. Home care ini meliputi pemberian pemahaman kepada masyarakat terkait penggunaan obat dengan benar dan efek samping obat serta indikasi. Serta mengajari terapi fermakologi, yaitu ilmu mengenai pengaruh senyawa terhadap sel hidup.
“Untuk sementara home care dalam kota dulu, yang bisa kita jangkau. Ini banyak menyentuh usia lanjut juga dan beberapa yang sudah kita datangi untuk home care ini termasuk ibu bupati (Hj. Rosnah),” ungkapnya, sat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 16 Februari.
Sedangkan program tele farm, kata Jasmi dikhususkan untuk pasien kronis yang royal. Pasien yang menebus resep ke Kimia Farma ini kesehatannya akan dipantau melalui telpon. “Ini seperti monitoring, apakah obat yang diberikan diminum atau tidak, lalu menanyakan perkembangan atau kondisi kesehatan pasien. Tiap hari, minimal dua pasien yang kami telpon,” ujarnya.
Selain itu, Kimia Farma juga aktif mengikuti event di Bulukumba, membuat stand dan melayani masyarakat yang membutuhkan informasi kesehtan dan pengobatan.
Selama kurang lebih dua bulan di Bulukumba, dari pengamatan Jasmi, pengetahuan masyarakat terkait pengobatan masih minim, khususnya penggunaan anti biotik yang banyak dibeli tanpa resep. Untung saja pihaknya menyiapkan dokter dan apoteker yang siap memberikan penjelasan terkait penggonaan obat dosis tinggi itu. “Di sini saya lihat banyak yang beli anti biotik tanpa resep. Hanya karena nyeri, sakit gigi, dan lain-lain dibeli anti biotik padahal ini harus konsultasi dulu ke dokter sehingga penggunaan obat sesuai indikasi,” katanya. (jar)
To Top