Satu Tahun Kepemimpinan Andi Sukri-Tomy Satria,  Ini Tuntutan HMI Bulukumba – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Satu Tahun Kepemimpinan Andi Sukri-Tomy Satria,  Ini Tuntutan HMI Bulukumba

BULUKUMBA,  RADAR SELATAN. CO. ID — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)  Cabang Bulukumba,  menggelar aksi dalam rangka satu tahun kepemimpinan Andi Sukri Sappewali sebagai Bupati, bersama wakilnya Tomy Satria Yulianto. Selasa tanggal 20 Februari 2017.
Dari pantauan Radar Selatan,  puluhan aktifis HMI bergerak dari sekretariat HMI jalan S Parman, pada pukul 8.30 wita pagi tadi  ke perempatan Teko,  sebelum bergeser ke Pemkab Bulukumba,  menggelar audiens.
Koordinator Aksi (Korlap)  Supriadi alias Adi Tompel,  yang juga Kabid PTKP HMI Bulukumba,  menjelaskan,  aksi kali ini guna mendesak Pemkab Bulukumba, untuk menuntaskan sejumlah persoalan diantaranya,  meminta peninjauan kembali pembangunan pasar Bontobahari yang menelan anggaran Rp5,6 miliar.
 “Meminta pemerintah mengklarifikasi sejumlah pengaspalan 2016 di sejumlah daerah, selain itu kami juga dengan tegas agar Pemkab,  meninjau kembali status Dewan pengawas RSUD, “ujarnya.
Suwandi,  aktifis HMI lainnya mengatakan,  pada momentum Satu tahun kepemimpinan Andi Sukri-Tomy Satria, pihaknya juga mempertanyakan sejumlah kasus korupsi yang ditangani pihak Kejaksaan dan Polisi.
“Diantaranya perkara Korupsi bedah rumah (BSPS) atas  tersangka Asdar yang bertindak sebagai suplayer, yang merugikan negara sebesar 638.000.000 dari total anggaran sebesar Rp 2,8 M. Perkara Korupsi TIK An Tersangka Muh ajis sapri spd St (PPK), yang merugikan negara sebesr 753.000.000 dri total anggaran 2.14 M,”katanya .
Ketua HMI Bulukumba,  Rakhmat Fajar,  mengatakan aksi yang dilakukan pihaknya dalam rangka satu tahun kepemimpinan Andi Sukri Sappewali-Tomy Satria,  sebagai bentuk komitmen HMI dan kecintaan HMI terhadap Bulukumba.
“Wujud nyata dari cinta adalah kepedulian.  Kepedulian HMI karena masih turun menyuarakan dan menyampaikan persoalan yang dialami dilingkungan masyarakat ke pemerintah. Kalau kita sudah tidak peduli dengan daerah ini,  apakah kita masih bisa dikatakan masyarakat yang sayang dan cinta Bulukumba, “ujarnya.
To Top