Tahun Ini, Dinas Pariwisata Jeneponto Dapat Suntikan Dana APBD Rp5 Miliar – Radar Selatan

Radar Selatan

Jentago

Tahun Ini, Dinas Pariwisata Jeneponto Dapat Suntikan Dana APBD Rp5 Miliar

Kadis Pariwisata Jeneponto, Ginawati
JENEPONTO, RADARSELATAN.CO. ID  – Minimnya anggaran yang dikelolah dinas parawisata Kabupaten Jeneponto beberapa tahun terakhir, berdampak pada stagnannya pengembangan beberapa objek wisata di Jeneponto. Kini tahun anggaran 2017, Dinas Parawisata mendapat anggaran APBD Jeneponto sebesar Rp5 Miliar.
Hal ini diungkapkan Kadis Dinas Parawisata, Ginawati saat dikonfirmasi oleh RADAR SELATAN di Kantor Bupati Jeneponto, yang menyebutkan anggaran tahun tahun sebelumya dikelolah Dinas Parawisata hanya Rp1 miliar dan anggaran tersebut hanya sebagai dana operasional dan sosialisasi. Senin 20 Februari
“Anggaran sementara yang kami kelolah sangat minim, DAU (Dana Alokasi umum) yakni kisaran Rp1 miliar, namun untuk untuk tahun 2017 ini kita diberi dana APBD sebesar Rp5 miliar lebih yang nantinya fokus diperbaikan sarana dan prasarana sebagian lagi kita alihkan ke pelatihan karena kita punya ekonomi kreatif dan perbaikan kantor,’Ujar Ginawati.
Selain mendapatkan suntikan dana 5 kali lipat dana dari APBD Jeneponto, Ginawatipun menunggu suntikan dana dari pusat yang sekitar Rp3 miliar,”Kami sementara mengusulkan dana alokasi khusus dari pusat sekitar dua hingga tiga Milyar kalau  itu jadi, mudah mudahan 2018 bisa rampung, karena kementrian parawisata sudah merespon,”Katanya.
Nantinya dana tersebut akan dikelolah dengan perbaikan sarana dan prasaran beberapa titik objek wisata di Jeneponto salah satunya yang pernah eksis diera tahun 2000-an yakni objek wisata Pantai Birtaria Kassi yang terletak di Desa Kassi kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto dengan jarak dari Kota Jeneponto sekitar 20 kilometer.
Gina menyebutkan, objek wisata Pantai Birtaria Kassi semenjak 10 tahun yang lalu (Era Bupati Almarhum Radjamilo red), Pantai Birtaria Kassi tidak perna diurus oleh pemda sehingga hingga sekarang Pantai Birtaria Kassi terbengkala hingga terlihat kumu, banyak sampah dan air dalam kolam berwnah hijau.
“Berkaitan dengan Pantai Birtaria Kassi, memang tidak terpelihara, dan saya melihatnya, disana  tidak bersih dan tidak nyamanlah, tapi berbicara daya tarik wisata saya kira untuk dikabupaten Jeneponto disanalah tempatnya yang terlengkap sarana wisatanya, pertama ada kolam renam, ada Villa dan ada pantai kemudian faktor mendukung ada air tawar yang tersedia,”Katanya.
Iapun berjanji akan mengembalikan kejayaan objek wisata Pantai Birtaria Kassi yang kurang lebih luas lahanya 5 hektar, meskipun tanah tersebut disewah oleh pmeda yang masih tersisa 7 tahun kedepan,”Tahun 2017 ini saya bertekad akan kami jadikan Pantai Birtaria Kassi sebagai objek wisata kabupaten Jeneponto dengan melakukan pembenahan kembali,”Katanya.
Namun saat ditanya oleh wartawan,  apakah boleh dikelolah pemda  objek wisata Pantai Birtaria Kassi, padahal lahan tersebut bukan milik pemda,”Jadi Pantai Birtaria Kassi itu masih status pengelolaan pemda, kontrak masih ada 7 tahun, jadi sangat memungkinkan kalaupun ada dana APBN atau dana APBD itu kami anggap itu sah sah saja.”Katanya.
Lanjut, pihaknya akan terus melakukan pendekatan pada masyarakat agar lahan tersebut dibebaskan, “Sementara kita nego, tapi saya dapat info ada lahan pemda disekitaran pantai Kassi tentunya kita akan fokus disitu untuk menepatkan sarana sarana fasilitasi wisata, kwatirnya kita menanam aset banyak dilahan sewa nantinya juga tidak dibebaskan lahan tersebut.”Katanya.
Adapun beberapa tempat wisata yang pas dikunjungi oleh masyarakat Jeneponto maupun masyarakat luar kabupaten, yakni Wisata Lembah Hijau, Bukit Bossolo, Air terjun tama lulua dan air terjun kembar dan Batu siping, “Ke Empat objek Wisata itu juga akan kita fokuskan tahun ini.”Katanya.
Namun Jeneponto tahun 2017 ini telah ditetapkan 3 even Kabupaten yang akan digelar setiap tahunyanya,”Iven pertama festifal A’jarang (Balapan Kuda red), Maudu’ (Maulid Nabi red) Turatea digelar antara bulan Oktober setiap tahunya dan Je’ne Je’ne Sappara sebagai pesta adat itu digelar setiap April juga digelar,”Jelas Ginawati. (Dedi)
To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!