Polisi Amankan Tersangka Korupsi Bedah Rumah Tanah Toa  – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Polisi Amankan Tersangka Korupsi Bedah Rumah Tanah Toa 

ilustrasi (int)
BULUKUMBA,  RADAR SELATAN.CO.ID  — Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)  Polres Bulukumba,  mengamankan tersangka kasus dugaan korupsi Bedah Rumah Tanah Toa,  Kajang,  Sultan.  Selasa 21 Februari,  kemarin.
Sultan sendiri merupakan,  mantan Kepala Desa Tanah Toa,  Kajang,  diamankannya Sultan,  setelah penyidik Polres Bulukumba,  menggelar serangkaian pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti. Sebelumnya,  polisi telah mengamankan tersangka lainnya,  yaitu Asdar,  yang juga diduga kuat dalam kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp651 juta tersebut.
 
Humas Polres Bulukumba,  AKP H Syarifuddin,  kepada Radar Selatan,  menjelaskan,  tersangka,  Sultan merupakan satu dari dua tersangka yang dinilai berdasarkan fakta hukum paling bertanggunjawab atas kasus bedah rumah di Desa Tanah Toa, Kecamatan Kajang.  Saat ini,  lanjut dia,  tersangka telah diamankan di Mapolres Bulukumba,  guna mejalani pemeriksaan dalam rangka kelengkapan berkas berita acara pemeriksaan (BAP).
 
“Iya sudah diamankan oleh anggota,  tersangka dijemput di rumahnya di Kajang.  Kan satu tersangkanya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan,  dan sudah masuk ranah persidangan, “katanya. Rabu 22 Februari 2017.
 
Dia mengatakan,  setelah berkas pemeriksaan dianggap lengkap oleh penyidik,  selanjutnya berkas akan dilimpahkan ke kejaksaan. “Dalam waktu dekat ini berkasnya akan dikirim ke kejaksaan,  termasuk tersangka untuk penyerahan tahap duanya, “tambahnya.
 
Wakapolres Bulukumba,  Kompol Agus Haerul,  menjelaskan selain fokus pada perburuan pelaku penyalahgunaan  narkotika,  pihaknya juga tengah fokus pada penuntasan kasus korupsi.  Terbukti,  belum lama ini pihaknya,  telah mengamankan tersangka kasus korupsi bedah rumah Tanah Toa Kajang,  setelah sebelumnya,  tersangka berada di luar daerah. “Kita fokus pada seluruh kasus pelanggaran pidana.  Dimata hukum semuanya sama,  kalau bersalah maka proses hukum harus berjalan sampai tahap peradilan, “katanya.
Sekedar diketahui, kalau kasus bedah rumah di Desa Tanah Toa, Kacematan Kajang, menggunakan anggaran sebesar Rp2,4 miliar dari 301 penerima manfaat. Dari hasil pemeriksaan keuangan BPKP, ditemukan kerugian negara sebesar Rp 651 juta, dan ditetapkan dua tersangka masing-masing Asdar dan Sultan yang juga mantan Kepala Desa Tanah Toa,  Kajang
To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!