Komunitas Samboritta Bantu Rp 4,5 Juta, Untuk Bayi Usus Terburai di Jeneponto – Radar Selatan

Radar Selatan

Jentago

Komunitas Samboritta Bantu Rp 4,5 Juta, Untuk Bayi Usus Terburai di Jeneponto

SERAHKAN BANTUAN. Anggota komunias WA Samboritta menyerahkan bantuan kepada Rabasia, ibu Natjwa Samboritta, bayi penderita kelainan fisik di RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto, kemarin. Bayi malang ini membutuhkan ulurang tangan dermawan untuk membantu operasinya.

JENEPONTO, RADAR SELATAN.CO.ID — Pascamenjadi viral di sejumlah media, bayi yang dengan posisi usus di luar kulit perut (terburai) di Kabupaten Jeneponto mengundang keprihatinan sejumlah pihak. Salah satunya komunias Samboritta yang menyumbangkan dana sebesar Rp 4,5 juta untuk bayi malang tersebut.

Salah satu anggota komunitas Samboritta, Maggalatung mengatakan, dana tersebut merupakan sumbangan dari para anggoa komunitas WA (WhatsApp) di Kabupaten Jeneponto. Menurutnya, sumbangan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus keprihatinan para anggota komunitas atas kondisi sang bayi malang tersebut.

“Begitu kami baca di beberapa media, kami tergerak dan sepakat untuk mengumpulkan sumbangan. Meskipun tidak seberapa, tapi kami berharap ini dapat membantu untuk meringankan beban bayi malang tersebut, termasuk keluarganya”, kata Maggalatung usai menyarahkan donasi kepada ibu bayi, Rabasia (45) di RSUD Lanto Dg Pasewang, kemarin.

Rabasia mengaku berterima kasih atas bantuan tersebut. Menurutnya, seberapa pun dan dalam bentuk apapun bantuan yang diberikan sangat bermanfaat untuk dirinya dan bayinya. “Terima kasih banyak kareang,” ucapnya terbata sambil menetaskan air mata.

Rabasia diketahui merupakan warga Kampung Tanggakan, Desa Tarowang, Kecamatan Tarowang. Suaminya bernama Sabarudin (50) yang berprofesi sebagai tukang becak di Kota Palapo. Dia tak menyangka anak ketujuh yang dilahirkanya dalam kondisi usus terburai. Yang lebih menyedihkan lagi, keluarga miskin ini tidak memiliki jaminan sosial ataupun jaminan kesehatan.

“Saya tidak punya KIS (Kartu Indonesia Sehat), uamiku masih di Palopo karaeng. Dia baru pulang kalau dapatmi uang untuk biaya persalinanku kodong”, beberanya.

Selain usus berada di luar dinding kulit perut, bayi malang ini juga mengalami kelainan fisik lainnya, yakni jari tangan sebanyak 12 dan jari kak 11. Untuk sementara, bayi malang ini diberi nama Natjwa Samboritta sesuai yang tercantum dalam kartu keluarga (KK) yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Jeneponto.

Rencananya, Natjwa akan diopeasi di salah satu rumah sakit di Makassar, namun masih terkendala dana. Saat ini, bayi malang tersebut masih dirawat di RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!