Berpotensi Konflik, Warga Tutup Tambang Ilegal – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Berpotensi Konflik, Warga Tutup Tambang Ilegal

TUTUP TAMBANG. Jalan menuju lokasi tambang di Panyikko, Desa Salemba, Kecamatan Ujungloe, ditutup warga dengan menggunakan tumpukan pasir dan kayu. Pada gambar lain, polisi menunjukkan lokasi tambang ilegal, dan belasan botol miras yang ditemukan di lokasi tambang.

* Polisi Temukan Belasan Botol Miras

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Puluhan warga Kampung Panyikko, Desa Salemba, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba, menutup paksa tambang galian C ilegal jenis pasir, Senin 13 Maret. Aksi ini dilakukan lantaran kehadiran tambang tersebut menggaggu ketenangan dan kenyamanan warga dan khawatir akan dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Andi Makmur mengungkapkan, aksi tersebut sebagai puncak keresahan warga yang merasa terngganggu akibat aktivitas tambang yangs sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir. Diakuinya, kehadiran tambang tersebut tidak hanya dikhawatirkan berdampak pada kerusakan lingkungan, tapi juga telah memicu konflik di tengah masyarakat.

“Pentupan ini sebagai respons atas keresahan warga di sekitar lokasi tambang, karena memang lokasinya itu dekat sekali dengan pemukiman warga. Mana suara mesin rudal (penghisap pasri, red) yang besar, begitupun suara mobil truk yang sampai tengah malam beroperasi”, ungkapnya ditemui di lokasi.

Menurut Makmur, sebelumnya pemilik lokasi tambang yang merupakan areal tambak telah menyampaikan kepada masyarakat akan dilakukan pengerukan. “Alasannya dulu sama warga itu pengerukan, jadi kami maklumi. Tapi belakangan ternyata menambang, pakai rudal lagi”, lanjutnya.

Berdasarkan permintaan warga, kata Makmur, penutupan akan terus dilakukan sepanjang pemilik lokasi tambang tetap melakukan aktivitas penambangan. Warga khawatir, jika penambangan dilanjutkan akan berdampak pada kerusakan lingkungan, dan yang lebih dikhawatirkan munculnya konflik di masyarakat.

“Makanya kami minta kepada pihak yang berwajib khususnya kepolisian untuk menghentikan tambang ini, karena kalau tidak akan ada konflik di masyarakat”, pinatanya.

Semantara itu, Kapolsek Ujungloe, AKP Mulyono menegaskan, lokasi tambang tersebut akan ditutup sementara waktu untuk mencegah konflik di masyarakat. Terkait proses hukum tambang yang tidak memiliki izin usaha pertambangan (IUP), pihaknya menyerahkan ke Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Bulukumba.

“Makanya kami tegas tambang ini harus ditutup untuk sementara waktu, apalagi memang tidak ada izinnya. Sebelumnya juga tidak ada koordinasi dengan polsek”, tegasnya.

Di lokasi tambang sendiri, polisi menemukan belasan botol miras berbagai merek. Diduga, miras-miras tersebut dikonsumsi para pekerja tambang.

To Top