Wakil Bupati Jeneponto Harap Penerima Raskin Tepat Sasaran – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Jentago

Wakil Bupati Jeneponto Harap Penerima Raskin Tepat Sasaran

#Penerima Raskin Turun Hingga 10 Persen

JENEPONTO, RADAR SELATAN.CO.ID – Wakil Bupati Jeneponto Mulyadi Mustamu resmi meluncurkan beras miskin (Raskin) untuk tahun 2017. Peluncuran beras miskin ini dilakukan didepan halaman kantor Bupati Jeneponto yang disaksikan oleh para  Kepala Desa, Muspida dan Ketua DPRD Jeneponto, Muh Kasmin Makkamula.

Mulyadi Mustamu mengharapkan agar penerimaan raskin ini kepada masyarakat sesuai dengan prosedur dan tidak lakukan manipulasi data serta di korpsi,”Ini harus diberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa Beras ini pada dasarnya diserahkan pada bulan April, tahun 2017 dan  menurun hampir 10 persen,”Katanya

Harapan Mulyadi mengingkan tidak ada permainan dalam penyaluran raskin ditengah masyarakat yang layak bertujuan menjalankan programnya selama memimpin Wakil Bupati Jeneponto bersama dengan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar selama 5 tahun.

“Tentunya saya Selaku wakil Bupati bersama dengan pak Bupati Jeneponto berharap seluruh para Kepala Desa dan Lurah untuk memberikan sesuai dengan penerima manfaat Raskin, jangan sampai terkadang ini dimasyarakat ada yang harusnya layak dapat beras tidak dapat yang yang tidak seharusnya tidak dapat malah dapat, ini yang harus kita rubah sekarang,”ujarnya.

Ia juga mengaku tahu dengan posisi jabatan kepala Desa,”Adapun beberapa kendala yang sering dialami kepala Desa, karena saya pernah mengalami saat menjabat kepala Desa, terkadang ada PNS dan pengusaha yang kuat dan malah lebih duluan ingin dapat beras, ini yang harus diantispasi, jangan sampai mereka dapat sedangkan yang layak mendapatkan itu tidak dapat,”ujarnya.

Sedangkan penerima manfaat tahun ini turun 10 persen,”Tahun 2016 lalu  kita dapatkan sebesar Rp32.715  orang keluarga penerima manfaat beras miskin, sedangkan tahun 2017 menurun hingga hanya mencapai 29.444 orang keluarga penerima manfaat, berarti  hampir 10 persen penurunya, ini perlu kita wasapda dan jangan sampai masyarakat mencari kebiasanya tahun lalu,”Jelas Mulyadi.

To Top