Ini Cara Pemerintah dan Masyarakat Benahi Lingkungan,Ubah Opini Negatif Kasimpureng – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Ini Cara Pemerintah dan Masyarakat Benahi Lingkungan,Ubah Opini Negatif Kasimpureng

ANJAR S MASIGA/RADAR SELATAN LORONG CANTIK. Sejumlah warga dengan sukarela melakukan pengecatan di lorong Jl Sungai Walanae, Lingkungan Pallatoae Lama, untuk memperindah lingkungan.

Ada yang berbeda saat menyusuri lorong-lorong di Kampung Kamtibmas, Lingkungan Pallatoae Lama, Kelurahan Kasimpureng, Bulukumba. Mata kita dimanjakan lorong cantik berwarna-warni. Berbeda jauh dari stigma negatif yang melekat selama ini sebagai kampung texas.

Laporan: ANJAR SUMYANA MASIGA

Jika mendengar nama Kelurahan Kasimpureng, mungkin yang terlintas adalah kampung texas yang kumuh. Opini negatif ini sudah terbentuk sejak dulu. Mengingat sejumlah lingkungan di kelurahan tersebut acap kali perang antarkelompok menggunakan sajam seperti busur dan lainnya.
Selain itu, di kampung tersebut juga seringkali dilakukan razia minuman keras (miras) jenis Ballo. Sejumlah pelaku pencurian yang berhasil diringkus polisi juga tidak sedikit yang berdomisili di Kasimpureng.
Namun saat mengunjungi kampung kamtibmas yang berlokasi di Lingkungan Pallatoae Lama, Kelurahan Kasimpureng, kesan kumuh dan texas langsung hilang. Suasana baru yang lebih cerah terasa. Sangat jauh berbeda dari yang sebelumnya. Bukan lagi kampung kumuh dengan warga yang tak peduli pada kebersihan. Perlahan, masyarakat mulai meninggalkan pola hidup yang buruk dan mendukung program-program pemerintah, seperti mempertahankan Adipura dengan cara membenahi lorong-lorong.
Mewujudkan Pallatoae Lama menjadi sebuah perkampungan yang layak dan indah, bagi Lurah Pallatoae Lama, Andi Rafiuddin bukan hal yang mudah. Ia merintis sejak beberapa tahun lalu. Mengawali dari pendekatan dengan masyarakat, untuk sama-sama menyatukan niat baik. Membenahi lingkungan untuk mengubah opini negatif yang terlanjur berkembang di masyarakat.
Memulai perbaikan di Pallatoae Lama ini, harapannya untuk menjadi percontohan secara khusus di lingkungan lain di Kasimpureng seperti Lingkungan Pallatoae Baru, Lingkungan Kasimpureng, dan juga Lingkungan Baka’e.
“Pembenahan ini bukan dalam rangka apa-apa, hanya untuk memancing kesadaran masyarakat, bagaimana agar tergerak untuk memperindah lingkungan sekitarnya,” ujar Andi Rafiuddin, saat memantau pengecatan yang dilakukan masyarakat setempat secara sukarela.
Mewujudkan hal ini, diakui Rafiuddin belum semua masyarakat terlibat. Namun partisipasi sebagian masyarakat cukup untuk melanjutkan proses perubahan di lingkungannya. Langkah yang dilakukan setelah merangkul warga, mulai melakukan penanaman tanaman hias dan pembuatan pagar, dilanjutkan pengecatan.
“Seperti yang mengecat ini, itu kesediaan masyarakat ji, beli cat dan lainnya juga swadaya masyarakat. Untuk pembenahan seperti ini, tidak ada niat ikut-ikutan, memang karena keinginan besar untuk perubahan di lingkungan ini khususnya yang diharapkan dapat berdampak luas,” ungkapnya.
Untuk pengecatan lorong-lorong, pihaknya hanya fokus pada jalan setapak seperti di lorong Jl Sungai Walanae, dan menyusul di lorong Jl Abdul Karim. Pada pengerjaan tahap awal lorong sepanjang 87 meter. Pengecatan dilakukan setelah penambalan jalan setapak untuk lebih memperindah hasilnya.
“Fokus utama dari kegiatan ini sebenarnya bagaimana agar suasana lingkungan nyaman, bersih dan indah. Lalu membantu program pemerintah menuju Bulukumba Keren,” katanya.
Dengan program tersebut, tokoh masyarakat di lingkungan setempat, Edi Sulationo mendukung penuh kegiatan yang tengah berlangsung. Salah satu bentuk dukungannya selain membagikan gambar kegiatan di media sosial, juga turut dalam mengedukasi masyarakat. “Ini semua menuju perubahan, bagaimana Kasimpureng yang dulunya dikenal kelam, berubah drastis dengan kegiatan yang positif ini,” pungkasnya. (***)
——–

To Top