Kualitas Buruk, Kades Ujung Bulu Kembalikan 521 Karung Rastra Ke Bulog Jeneponto – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Jentago

Kualitas Buruk, Kades Ujung Bulu Kembalikan 521 Karung Rastra Ke Bulog Jeneponto

Kepala Bulog Jeneponto, Sabaruddin saat dikonfirmasi oleh RADAR SELATAN, Rabu 12 April

JENEPONTO, RADAR SELATAN.CO.ID — Beras Sejahtera (Rastra) yang dulu disebut beras Miskin (Raskin) dikembalikan ke Bulog Jeneponto oleh Kepala Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Mansyur, terkait kualitas beras tersebut. Rabu 12 April.

Sebanyak 521 Karung Rasta Jatah di Desa Ujung Bulu untuk dua bulan tiba-tiba dikembalikan ke Kantor Bulog Jeneponto, Jl Kelara, Keluarkan Empoang Kota, Kecamatan Binamu. Pengembalian Rasta tersebut lantaran dianggap beras bantuan tersebut tidak layak konsumsi.

“Rusak, jelek, bau dan berkutu.
Cocoknya makanan ayam atau Bebek. Ada 521 Karung untuk dua bulan saya kembalikan tadi siang (Rabu red) . Dan ini terjadi berapa Kali tapi baru Kali ini saya kasi kembali, “ujar Mansyur saat dihubungi via Whatsapp.

Lanjut Kata Mansyur Bahwa ia kembalikan Rasta itu ke Bulog dengan harapan agar Rasta digantikan dengan kualitas yang lebih baik, namun itu dianggap tidak dilakukan oleh pihak Bulog,” Belum ada saya ambil, sempat diganti tapi samaji (Rusak,red) lalu saya tolak, Lagi ” ujarnya.

Untuk itu, Kades Berambut Gonrong ini berharap agar pihak Bulog dan pemerintah Kabupaten Jeneponto tidak main main dalam penyaluran Rasta ke masyarakat,”Jika kedepan Raskin begini lagi maka bulan depan berapa Desa rumbia akan kembalikan itu beras,” Katanya.

Sementara Kepala Bulog Jeneponto Sabaruddin membenarkan Rasta yang kembalikan oleh Kepala Desa Ujung Bulu, dengan harapan agar diganti, pihaknya pun mengaku siap menggantinya dengan Rasta yang baik, tapi namun ia menyayangkan saat Rasta diantar tidak dicek oleh pihak desa sebelum serah terima, beras yang diterima dianggap sudah layak.

“Menurut Kepala Desa Ujung Bulu kalau mau diganti jadi dikembalikan, jadi kita siap gantikan, tapi harusnya itu di desa sebelum diturunkan dimobil diperiksa dulu karena begitu mekanismenya apakah layak atau bagaimana, kalau tidak ini baru dikembalikan, tapi kalau sudah diturunkan ke mobil berarti dia sudah terima tapi di bulog ada namanya tanggung jawab sosial jadi bisa digantikan lagi, “Jelas Sabaruddin.(Dedi)

To Top