Pekerja PT Lonsum Balangbassi, Pertanyakan PHK Massal Perusahaan – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Pekerja PT Lonsum Balangbassi, Pertanyakan PHK Massal Perusahaan

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Sebanyak 120 orang pekerja PT London mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan PT PP London Sumatra (LONSUM) Tbk.

Salah satu karyawan PHK PT Lonsum Balang Bassi, Haris Haru menjelaskan PHK yang dikeluarkan Perusahaan, tidak didahalui perundingan antara pihak pekerja dengan perusahaan. Akibatnya ia beserta ratusan pekerja PT Lonsum tidak lagi bekerja dan mencari rezeki sejak tiga pekan lalu.

“Jadi langsung saja kami pekerja dipanggil oleh pihak perusahaan untuk bertanda tangan untuk PHK antara perusahaan dengan pekerja/buruh dan besoknya tidak dibiarkan lagi turun kerja, tuturnya.

Sementara itu, pihak perusahaan PT Lonsun State Balombessi, Bulukumba Andi Rizal mengatakan, PHK yang dilakukan oleh perusahaan mempunyai dasar hukum k UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 164 (3) tentang Ketenagakerjaan.

“Pekerja/buruh yang di PHK mengalami penurunan produktifitas, “Jelas Staf administrasi di Kantor PT LONSUM State Balombessie Rabu, 19 April lalu ini.

Humas PT Lonsum, Rusli menambahkan sebelum pekerja/buruh diberhentikan telah lebih dulu dilakukan perundingan antara perusahaan dengan pekerja/buruh dan juga hasil atau target perusahaan yang disepekati adalah menurun sehingga dikenakan PH.

“Kalau persoalan rugi tidaknya perusahaan tidak rugi, memang hanya produktifitasnya pekerja/buruh menurun,” ungkap Rusli

Sementara kartawan PT Lonsum lainnya yang terkena PHK, Nasir Lampe, menegaskan tidak adanya perundingan antara pekerja dengan pihak perusahaan. Enehnya, lanjut dia, penandataganan surat pemberhentian seaka dipaksakan dan terkesan ditutup tutupi, bahkan kerap ada bahasa intimidasi.

“saya bertanya saat mau tanda tangan di lapangan, bahwa ini untuk apa namun respon dari mandor yang bawa berkas, dia bilang, ini hanya data mandur supaya kita ketahui anggota yang dibawahi mandor. saya sebenarnya tidak mau tanda tangan, tapi mandor mengatakan, kalau ada nama kamu kemudian anda tidak mau tanda tangan, bisa-bisa kamu tidak terima gaji maka terpaksa saya tanda tangan,”cerita Nasir.

Lebih lanjut Nasir juga mempertanyakan adanya isi surat pernyataan kesepakatan, yang jika ditelaah diduga dibuat sendiri oleh pihak perusahaan. “Dengan adanya PHK yang dikeluarkan oleh Perusahaan, saya tidak terima PHK yang dikeluarkan Perusahaan, karena sangat merugikan dan juga tidak sesuai persyaratan tentang aturan yang berlaku dan Insya Allah saya akan menuntut kepada pihak yang terkait berupa aksi demonsran”, pungkasnya.

To Top