Aktifis Cipayung Wati, Demo Tuntut Penuntasan Kasus Asusila Oknum Guru – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Hot News

Aktifis Cipayung Wati, Demo Tuntut Penuntasan Kasus Asusila Oknum Guru

Aksi kelompok cipayung wati di depan kantor Polres Bulukumba

BULUKUMBA, RADAR SELATAN. CO. ID — Puluhan aktifis perempuan terdiri dari Kohati HMI, Korpri PMII dan Immawati IMM, yang tergabung dalam Cipayung Wati, menggelar aksi unjuk rasa menuntut penuntasan kasus dugaan tindak asusila yang dilakukan oknum guru SD 189 Barugae, Mj kepada siswinya, Au (10). Selasa 25 April 2017.

Dari pantuan Radar Selatan, puluhan massa aksi bersama keluarga korban, memulai aksi pada pukul 09.30 wita di perempatan Teko, kemudian melanjutkan aksi ke Mapolres Bulukumba dan Kantor Kejaksaan Negeri Bulukumba. Dalam orasinya para aktifis perempuan dari cipayung wati ini menuntut agar polisi dan kejaksaan serius dalam menuntaskan kasus tersebut.

“Intinya kami eminta pihak Polres Bulukumba untuk segera menyelesaikan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum Guru yang sampai saat ini belum terselesaikan. Serta meminta Kapolres memberikan sanksi terhadap penyidik PPA yang diduga tidak profesional dalam menjalankan tugas dalam hal ini Kanit PPA Bripka Asriani,”tegas Siti Khadijah, yang bertindak sebagai Korlap, yang juga kader Korpri PMII ini.

Ketua Kohati HMI Bulukumba, Kasmira menambahkan tindakan asusila yang dilakukan oleh oknum guru tersebut telah mencoreng citra dunia pendidikan di Bulukumba. Sehingga kejadian tersebut haruslah diseriusi guna tak terulang lagi peristiwa yang sama.

“Kami mendesak Dinas Pendidikan untuk memecat pelaku pencabulan dalam hal ini oknum (Mj) karena mencoreng citra dunia pendidikan Bulukumba, serta meminta Kejaksaan dalam hal ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menuntut pelaku sesuai aturan hukum yang berlaku,”ujarnya.

Ketua Immawati IMM, Irawanti juga menegaskan pihaknya mengaku akan kembali menggelar aksi serupa bersama pihak keluarga korban jika penegak hukum dan pemerintah tak serius menangani kasus yang telah berlarut-larut tersebut. “Intinya pelaku harus di hukum seberat-beratnya, karena ulahnya yang merusak generasi dan masa depan anak, ini tindakan yang sangat keji,”tegasnya.

Kanit PPA Polres Bulukumba, Bripka Asriani yang menerima aspirasi massa, berjanji akan terus mengusut dan menuntaskan kasus tersebut. “Penyidik sudah semaksimal mungkin melengkapi BAP agar P21 dan tersangka dilimpahkan ke Kejaksaan, namun semua tergantung dari petunjuk Kejaksaan apakah sudah bisa P21 atau belum,”katanya.

Terpisah, Kepala Kejari Bulukumba, Muh Ihsan mengaku pihaknya telah menerima berkas perkara hanya saja belum memenuhi syarat untuk dilanjutkan ke persidangan.

“Berkas sudah masuk ke Kejari namun setelah diperiksa oleh Jaksa ditemukan kekurangan alat bukti sehingga pihak Kejari meminta pihak penyidik untuk melengkapi alat bukti sebagai penguatan tuntutan,”katanya.

To Top