Polisi Amankan Ratusan Kilogram Pupuk Ilegal – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Ragam

Polisi Amankan Ratusan Kilogram Pupuk Ilegal

DIDUGA PALSU. Dari kiri, Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Ismail, Kapolres, AKBP Hery Susanto, Wakapolres, Kompol A.Limpong, dan Kabag Ops, Kompol Haris Arifin, memperlihatkan sampel barang bukti pupuk organik yang diduga ilegal, Selasa 24 April. Ratusan pupuk organik tersebut diduga tidak memiliki izin edar.

REPORTER: DEDI
EDITOR: SUPARMAN

JENEPONTO, RADAR SELATAN.CO.ID — Anggota Satreskrim Polres Jeneneponto mengamankan ratusan kilogram pupuk organik yang diduga ilegal. Pupuk-pupuk tersebut disiti dari salah satu perusahaan produsen pupuk di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Empoang Kota, Kecamatan Binamu.

Pengungkapan kasus ini disampaikan Kapolres Jeneponto, AKPB Hery Susanto dalam konfrensi pers yang berlangsung di Mapolres Jenepeonto, Selasa 24 April kemarin. Hadir mendampingi kapolres, Wakapolres Jeneponto, Kompol A.Limpong, Kabag Ops, Kompol Haris Arifin, Kasat Reskrim, AKP Ismail, dan Kasubag Humas Polres, AKP Moh Wahyu.

“Pada hari Minggu lalu tanggal 23 April 2017 sekitar jam 10.30 wita, kami telah melakukan penyelidikan tentang dugaan adanya pupuk yang tidak menpunyai izin dari Kementerian Pertanian, dan pupuk yang diduga palsu yang ada di wilayah hukum polres Jeneponto. Kami berhasil menyita ratusan kilo pupuk cair dari bahan dasar air kencing hewan dan pupuk kompos dari kotoran hewan”, ucap Hery.

Hery menjelaskan, pembuatan pupuk yang diduga ilegal tersebut telah berlangsung sejak tahun 2013 lalu. “Ini sudah berlangsung sejak 2013, berkat laporan masyarakat kami ungkap ini dugaan pupuk ilegal ini. Adapun barang buktinya, 53 dos pupuk Popporo (bubuk red) dan dalam satu dos terdapat 15 bungkus dan setiap bungkus beratnya satu kilo, atau totalnya keseluruhan 795 kilogram”, terangnya.

Selain itu, lanjut Hery, pihaknya juga berhasil mengamankan 15 dos pupuk organik cair berlabel Turatea, dalam satu dos berisi 10 jeriken berukuran 2 liter. Totalnya berujumlah jumlah 150 jeriken. “Semuanya ini kita amankan dari lelaki MA di rumahnya di Jalan Sultan Hasanuddin. Kami juga belum menetapkan tersangka karena baru dalam proses penyidikan lebih dalam”, imbuhynya.

Jika terbukti bersalah, produsen pupuk tersebut terancam dijerat UU No. 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budi Daya Tanaman dan UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta.

“Kita jerat pasal 60 ayat (1) huruf (f), Jo pasal 37 ayat (1) Undang-Undang No.12 Tahun 1992 dan pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) Tahun 1999, dengan ancama 5 tahun penjara atau denda Rp 250 juta,” tegas Hery.

Sementara itu, pemilik perusahaan selaku produsen pupuk, MA membantah jika pupuk yang diproduksinya ilegal. “Yang mana dibilang ilegal? Semua izin-izinya saya sudah kantongi, ini pun hanya beredar di Jeneponto dan tidak di luar Jeneponto, jareba saya juga takut karena saya dapat izin dari kabupaten saja”, terangnya.

MA yang juga merupakan guru kimia di salah satu SMA di Kabupaten Jeneponto ini kekeh akan melakukan pembelaan dalam kasus ini. “Tentunya saya akan melakukan pembelaan karena ini tidak ilegal. Bahkan sampai saat ini belum ada petani yang komplen, bahkan semua pupuk saya yang dibeli petani dijempol karena kualitas pupuknya bagus”, ujarnya kepada awak media. (*)
—-

To Top